HADITS - HADITS TENTANG SORBAN
1.عَنْ
أَبِى جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَلِىِّ بْنِ رُكَانَةَ عَنْ أَبِيهِ
أَنَّرُكَانَةَ صَارَعَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَصَرَعَهُ
النَّبِىُّ -صلىالله عليه وسلم- قَالَ رُكَانَةُ وَسَمِعْتُ النَّبِىَّ
-صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ« فَرْقُ مَا بَيْنَنَا وَبَيْنَ
الْمُشْرِكِينَ الْعَمَائِمُ عَلَى الْقَلاَنِسِ».
DariAbi Ja’far
bin Muhammad bin ‘Ali bin Rukanah dari ayahnya:”Sesungguhnya
Rukanahbergulat dengan Nabi Saw.,maka Nabi Saw. pun membanting Rukanah.
Rukanahberkata,’aku mendengar Nabi Saw bersabda:{Perbedaan antara kita
dan antaraorang-orang Musyrik adalah sorban di atas peci}.’”(HR Abu
Dawud,at-Tirmidzi, ath-Thabrani, al-Hakim, al-Baihaqi)
Penjelasan:di dalam kitab Tanqih al-qaul dijelaskan bahwa jika memakai
peci saja, maka menyerupai dengan kaum Musyrikin, karena kaum Musyrikin
pun suka memakai peci tapi tidak mengenakan sorban di atas pecinya. Di
dalam kitab ad-Di’amah juga disebutkan, karena banyak keterangan bahwa
kita dilarang tasyabbuh(menyerupai)orang-orang kafir dalam berbagai keadaan, juga saat
berpakaian pada waktuberibadah.
2.عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ كَانَ
النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا اعْتَمَّ سَدَلَعِمَامَتَهُ بَيْنَ
كَتِفَيْهِ. قَالَ نَافِعٌ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ يَسْدِلُ
عِمَامَتَهُبَيْنَ كَتِفَيْهِ.
Dari Ibnu ‘Umar ia berkata
:”Sesungguhnya Rasulullah Saw tatkala memakai sorban,dijuraikan (buntut)
sorbannya itu diantara dua pundak/bahunya.”(HR. at-Tirmidzi dan
al-Baihaqi)
3.حَدَّثَنِى شَيْخٌ مِنْ أَهْلِ الْمَدِينَةِ
قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَعَوْفٍ يَقُولُ عَمَّمَنِى رَسُولُ
اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَسَدَلَهَا بَيْنَيَدَىَّ وَمِنْ خَلْفِى
Telah mengabarkan kepadaku seorang Syekh dari penduduk
Madinah ia berkata, aku mendengar ‘Abdurahman bin ‘Auf
berkata:”Rasulullah Saw memakaikan sorban padaku, maka dijuraikanlah
(buntut)sorban tersebut diantara kedua tanganku, dibelakangku.”(HR.Abu
Dawud, Abi Ya’la dan al-Baihaqi)
4. عن جابر قال, قال
رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم: رَكْعَتَانِ بِعَمَامةٍ خَيْرٌمِنْ
سَبْعِينَ رَكْعَةً بِلاَ عِمَامَةٍ)
Dari Jabir ia
berkata,Rasulullah Saw bersabda:”Shalat dua raka’at dengan memakai
sorban, lebih baik/utama dari pada shalat tujuh puluh raka’at tanpa
memakai sorban.” HR.ad-Dailami,lihat kitab Syarah jami’ ash-Shagir oleh
Syekh al-Manawi juz 4 hadits no4468). Shalat adalah menghadap Sang Maha
Raja, dan datang menghadap ke hadirat SangMaha Raja tanpa berhias adalah
menyalahi adab!(Kitab Tanqih al-Qaul)
5.قال صلى الله عليه
وسلم: تَعَمَّموا فَإنَّ المَلائِكَةَ تَعَمَّمَتْ
RasulullahSaw
bersabda:”Bersorbanlah kalian, karena sesungguhnya para malaikat itu
bersorban.”(Syekh Nawawi al-Bantani, Tanqih al-qaul, babkeutamaan
sorban)
Syaikh Muhammad Ibn Jamil Zainu(Imam Muhammad Ibn Saud
Islamic University) dalam bukunya (Al-SyamailAl-Muhammadiyyah , hal 106)
:
بَلَى إِنْ تَصْبِرُواوَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ
فَوْرِهِمْ هَذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِآلَافٍ مِنَ
الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ (125)
“ Ya (cukup), jika kamu bersabar
danbersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu
juga,niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai
tanda. (S.Al Imran : 125). Ibnu ‘Abbas berkata:”Tanda itu maksudnya
adalah memakai Sorban.”
6. وعن أبيهريرة معا ( إن لله عز وجل
ملائكة وقوفا بباب المسجد يستغفرون لأصحاب العمائم البيض)
“Beberapa malaikat Allah akan berdiri di depan pintu mesjid dan
memintakan ampun bagi mereka yang memakai sorban berwarna putih”
(Hafizhas-Sakhawi Al-Maqaasidul Hasanah, Hal 466)
7.عَنِ ابْنِ
الْمُغِيرَةِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم-
مَسَحَعَلَى الْخُفَّيْنِ وَمُقَدَّمِ رَأْسِهِ وَعَلَى عِمَامَتِهِ.
Dari Ibnu al-Mughirah dari Ayahnya:”Bahwasannya Nabi Saw
mengusap dua sepatunya, bagian depan kepalanya, dan sorbannya (saat
wudlu).”(HR. Muslim, AbuDaud)
Hadits tersebut di atas memberikan
isyarat bahwa Rasulullah Saw. memakai sorban.
8.عَنْ أَبِي
الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ
اللَّهَوَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى أَصْحَابِ الْعَمَائِمِ يَوْمَ
الْجُمُعَةِ
Dari Abi Darda’ ia berkata,Rasulullah Saw
bersabda:”Sesungguhnya Allah Swt dan para malaikat-Nya bershalawat
kepada orang-orang yang memakai sorban pada hari
Jum’at).”(HR.ath-Thabrani dan Abu Nu’aim)
9. وقال صلىالله عليه
وسلم: صَلَّتِ المَلاَئِكَةُ عَلَى المُتَعَمِّمينَ يَوْمَ الجُمُعَة)
RasulullahSaw bersabda:”Malaikat memintakan rahmat untuk orang-orang
yang memakai sorban pada hari Jum’at.” (Syekh Nawawial-Bantani, Tanqih
al-qaul, bab keutamaan sorban)
10. (وقال صلىالله عليه وسلم:
تَعَمَّمُوا فَإنَّ الشَّياطِينَ لاَ تَتَعمَّمُ)
RasulullahSaw
bersabda:”Bersorbanlah kalian , karena sesungguhnya setan tidak
bersorban.”(Syekh Nawawi al-Bantani, Tanqih al-qaul, bab keutamaan
sorban).
11. وقال صلىالله عليه وسلم: العَمَائِمُ
سِيمَا المَلائِكَةِ فَأرْسِلُوهاخَلْفَ ظُهورِكُمْ
RasulullahSaw bersabda:”Sorban adalah kekhususan/ciri malaikat, maka
juraikanlah (buntutnya) di belakang punggung kalian.”(HR. Ibnu ‘Adi
danal-Baihaqi dalam kitab khulashah)
12. (قال النبيصلى الله
عليه وسلم: العَمَائِمُ تِيجانُ العَرَبِ فَإذَا وَضَعُواالعَمَائِمَ
وَضَعُوا عِزَّهُمْ)
RasulullahSaw bersabda :”Sorban adalah
mahkotanya orang Arab. Jika mereka meletakkansorban, maka berarti mereka
telah meletakkan kemuliannya.”(HR. ad-Dailami).
13. عَنْ أَبِي
الْمَلِيحِ بن أُسَامَةَ، عَنْ أَبِيهِ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَعْتِمُوا تَزْدَادُوا حِلْمًا.
DariAbi al-Malih bin Usamah dari ayahnya ia berkata, Rasulullah Saw
bersabda :Bersorbanlah kalian, niscaya kalian akan bertambah
sabar.”(HR.at-Thabrani)
14. و حكى ابن عبد البرعن علي كرم الله
وجهه أنه قال : ( تمام جمالة المرأة في خفها، وتمام جمال الرجل فيعمته)
Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abdil Bar dariImam ‘Ali Kw, sesungguhnya
beliau berkata:” Kesempurnaan kecantikan wanita ada pada selopnya, dan
kesempurnaan ketampanan laki-laki ada pada sorbannya.” (Ibnu Muflih
al-Hambali, al-Adabu Syar’iyyah, juz 3, hal 354)
Pernyataanpara ‘Ulama tentang sorban
1 . قَدْ رَوَى
الْبَيْهَقِيُّ فِيشُعَبِ الْإِيمَانِ عَنْ أَبِي عَبْدِ السَّلَامِ قَالَ
سَأَلْت ابْنَ عُمَرَ كَيْفَ{ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ يَعْتَمُّ قَالَ كَانَ يُدِيرُالْعِمَامَةَ عَلَى رَأْسِهِ
وَيَغْرِزُهَا مِنْ وَرَائِهِ وَيُرْسِلُ لَهَا مِنْ وَرَائِهِذُؤَابَةً
بَيْنَ كَتِفَيْهِ }
“Telah meriwayatkan al-Baihaqi dalam kitab
Syu’abul Iman dari Abi ‘Abdis Salam, ia bertanya kepada kepada Ibnu
‘Umar bagaimana sesungguhnya cara Rasulullah Saw memakai sorban. Ia
berkata :”Sesungguhnya beliau Saw melilitkan sorbannya kekepalanya,
menancapkan buntutnya ke bagian belakang, dan menjuraikan(buntutnya)ke
belakang rambutnya diantara dua bahunya.”(Syekh Sulaiman bin ‘Umar
al-Jamal asy-Syafi’i, Hasyiyah Jamal, juz 6,hal 201)
2.
وَيُسْتَحَبُّ لَهُ أَنْ يَعْتَمَّ من وجبت عليه الجمعة.......
وَلِقَوْلِهِ {صَلَّىاللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ} : الْعَمَائِمُ تِيجَانُ
الْعَرَبِ .
“Dan disunnahkan baginya agar bersorban pada hari
Jum’at………berdasarkanpada hadits Rasulullah Saw :”Sorban itu adalah
mahkotanya orang Arab.”( Al-Qadlial-Mawardi asy-Syafi’i, al-Hawi, juz 2,
hal 1031)
3. الْمُخْتَارُ لِلنَّاسِ فِي هَذَا الْيَوْمِ مِنَ
الزِّينَةِ ( يوم العيد ) ، وَحُسْنِالْهَيْئَةِ وَلُبْسِ الْعَمَائِمِ ،
وَاسْتِعْمَالِ الطِّيبِ وَتَنْظِيفِ الْجَسَدِ، وَأَخْذِ الشَّعْرِ
وَاسْتِحْسَانِ الثِّيَابِ.
“(Pendapat)yang terpilih bagi
orang-orang pada saat hari ini (hari ‘Id) tentang berhias adalah
membaguskan rupa, memakai sorban, menatanya dengan baik, dan menjaga
kebersihan badan. Juga menyisir rambut, merapihkan pakaian.”
(Al-Qadlial-Mawardi asy-Syafi’i, al-Hawi, juz 2, hal 455)
4.
(قوله: لخبر: إن الله وملائكته إلخ) أي ولخبر: صلاة بعمامة أفضل من خمس
وعشرين بغيرعمامة، وجمعة بعمامة أفضل من سبعين بغير عمامة
“(Dan
perkataannya berdasarkan khabar:’sesungguhnya Allah Swt dan
paraMalaikatnya…..’) dan berdasarkan khabar:’shalat dengan memakai
sorban lebih utama daripada solat dua puluh raka’at tanpa memakai
sorban. Dan Shalat Jum’a tdengan memakai sorban lebih utama daripada
shalat jum’at tujuh puluh rakaat tanpa memakai sorban.”( Sayyid Syatha’
ad-Dimyati asy-Syafi’i,Hasyiyah i’anah ath-Thalibin, juz 2,hal95)
5. ثُمَّ الْعِمَامَةُ على صِفَتِهَا في السُّنَّةِ وَالرِّدَاءُ في
الصَّلَاةِ مَطْلُوبٌشَرْعًا وهو أَنْ يَجْعَلَهُ على كَتِفَيْهِ
“Kemudian sorban atas sifatnya dalam sunnah dan rida’ dalam shalat,
yang dituntut secara syara’ dalam pemakaiannya adalah dengan menguraikan
(buntutnya) di belakang pundaknya.”( SyekhIbnu Hajar al-Haitami, Fatawa
fiqhiyah kubra, juz1, hal 169)
6.وعبارة التحفة: وتسن العمامة
للصلاة، ولقصد التجمل، للاحاديث الكثيرة فيها، واشتدادضعف كثير منها يجبره
كثرة طرقها، وزعم وضع كثير منها تساهل، كما هو عادة ابن الجوزيهنا،
والحاكم في التصحيح - ألا ترى إلى حديث: اعتموا تزدادوا حلما.
حيث حكم
ابن الجوزي بوضعه، والحاكم بصحته، استرواحامنهما على عادتهما ؟ وتحصل السنة
بكونها على الرأس أو نحو قلنسوة تحتها.
“Menurut Ibarat kitab
Tuhfah:”dan disunnahkan memakai sorban untuk shalat, dan
berhias,berdasarkan hadits-hadits yang banyak tentang hal tersebut. Dan
kesangatan dla’if yang banyak dari padanya, dapat dinaikkan derajatnya
dikarenakan oleh banyak thuruq (riwayatnya) dari jalur lain . Dan
prasangka dugaan tentang banyak kepalsuan dari hadits-hadits tersebut
adalah sikap yang terlalu merendahkan, seperti kebiasaan Ibnul Jauzi
dalam hal ini dengan terlalu menganggap palsu suatu hadits. Dan
kebiasaan
al-Hakim dalam pentashihannya(menshahihkan). Lihatlah
kepada hadits (اعتمواتزدادوا حلما=bersorbanlahkalian, niscaya kalian
akan bertambah sabar ). .”( Sayyid Syatha’ ad-Dimyatiasy-Syafi’i,
Hasyiyah i’anah ath-Thalibin, juz 2, hal 95)
7. وفي خبر أنه كان
له ثلاث قلانس : قلنسوة بيضاء ، مضرية ، وقلنسوة بردة حبرة ، وقلنسوةذات
آذان يلبسها في السفر ، وربما وضعها بين يديه إذا صلى ، ويؤخذ من ذلك أن
لبس القلنسوةالبيضاء يغني عن العمامة ، وبه يتأيد ما اعتاده بعض مدن اليمن
من ترك العمامة من أصلها
“Dan di dalam suatu hadits bahwa
Rasulullah Saw mempunyai tiga peci: peci putih,Mudlarriyah,dan peci
Burdah Habarah. Peci tersebut terkadang dipakai dalam safar, dan
terkadang ditaruhnya diantara kedua tangannya tatkala beliau Saw shalat.
Dan dapat difahami dari hal tersebut, bahwa memakai peci putih itu
sudah terkaya dari pada sorban. Dan dengannya jadi kuatlah kebiasaan
orang-orang di sebagian kota-kota di negeri Yaman dari pada meninggalkan
sorban sama sekali.”( Sayyid ‘Abdurahman al-Masyhur asy-Syafi’i,
Bughyahal-Mustarsyidin, hal 87)
8. والعمامة مستحبة في هذا اليوم
وروى واثلة بن الأسقع أن رسول الله صلى الله عليه و سلمقال إن الله
وملائكته يصلون على أصحاب العمائم يوم الجمعة فإن أكربه الحر فلا بأس
بنزعهاقبل الصلاة وبعدها ولكن لا ينزع في وقت السعي من المنزل إلى الجمعة
ولا في وقت الصلاةولا عند صعود الإمام المنبر وفي خطبته
“Dan
sorban itu disunnahkan memakainya pada hari ini (Jum’at). Dan telah
meriwayatkanWatsilah bin al-Asqa’ bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw
bersabda: 'SesungguhnyaAllah Swt dan para Malaikatnya bershalawat kepada
orang-orang yang memakaisorban di hari Jum’at. Maka jika cuaca panas
merisaukannya, tidaklah mengapa sorban tersebut ditanggalkan sebelum
shalat dan sesudahnya. Akan tetapi janganlah ditanggalkan di waktu
berjalan dari rumah menuju shalat Jum’at, jangan pula di waktu
shalat,dan jangan pula di waktu Khatib/Imam naik mimbar saat
berkhutbah.”(al-Ghazali, Ihya’ ‘ulumid ad-din, juz 1, hal 181)
9.“Semoga dengan penjelasan ini,para Fuqaha akan menerima fakta bahwa
pahala shalat dengan memakai sorban adalah lebih besar daripada shalat
tanpa memakai sorban”(FatawaRashidi, hal326 dan FatawaRahimia, juz 4,
hal 359).
10. “Maulana Rashid Ahmad Gangohi telah menulis
seperti berikut ini ketika menjawab satu pertanyaan tentang sorban:
“Membolehkan seorangImam (dalam shalat) tanpa memakai sorban adalah sama
sekali diizinkan tanpa suatu celaan. ………Namun kita tidak boleh
mengabaikan fakta bahwa dengan memakai sorban, pahala akan meningkat.”
(Fatâwa Rasyidia, hal 326)
11. “Allamah Anwar Shah Kashmiri
telah menulis; “dari pandangan para fuqaha (ahli fiqgih), kami menemukan
bahwa adalah mustahab (sangatdisukai) jika sholat dilaksanakan dengan
memakai tiga macam pakaian, satu diantaranya adalah sorban.” (Faidl
al-Bari, juz2, hal
12. “Maulana Muhammad Zakariya Khandahlawi telah menulisdalam
‘Khasâil-e-Nabawi’ (Penjelasan Kitab Syamail Tirmizi): Memakai sorban
adalah Sunnat-Mustamirrah’ (terus–menerus dilakukan oleh Nabi
Sallallahualayhi wa sallam). Nabi Sallallahu alayhi wa sallam sangat
menganurkan kitauntuk memakai sorban. Telah diriwayatkan dalam mahfum
hadits: “Pakailah sorban.Karena itu akan membuatmu sabar” (Fathul Baari)
Juga telah diriwayatkan bahwa seseorang bertanya kepada Hadhrat Ibn
Umar R.a. :”apakah memakai sorban itu adalah sunnah atau bukan?” Beliau
menjawab bahwa itu adalah sunnah.
13. “Dalambeberapa kitab
tentang biograf para Imam empat madzhab,Imam al-Suyuti and al-Haitami
meriwayatkan bahwa beliau (ImamHanafi) memiliki tujuh buah sorban,
mungkin beliau memakai satu sorban untuksatu hari dalam seminggu. Juga
Imam Syafi’i selalu memakai sorban yangbesar, seolah-olah beliau adalah
orang Arab di tengah padang pasir.” Seperti juga dengan muridnya,
Pendiri mazhab Hambali, Ahmad ibn Hanbal selalu memakai sorban dengan
melilitkan sebagian ekornya dibawah dagu. Banyak kaum muslimin di Afrika
Utara dan di Sudan meniru cara beliau dalam memakai sorban
14.
Telah disebutkan juga bahwa Imam Bukhari ketika mempersiapkan
perjalanannya ke Samarqand, beliau memakai sorban dan kaos kaki dari
kulit (Muqaddimah Fathul Bari, Hal 493)
15. “Juga telah
diriwayatkan bahwa Imam Muslim suatu ketika pernah meletakkan rida' dan
sorbannya di depan gurunya lalu pergi meninggalkan kelas. (Muqadimah
Fathul Bari, hal491).Ini membuktikan bahwa Imam Muslim ketika
mempelajari hadits selalu dalam keadaan memakai sorban.
16.
“Ibn Hajar Al-Asqalani (Rahimahullah) telah menyebutkan di dalam kitab
Fathul Baari hal 491 dan 493, bahwasanya Imam Bukhari dan ImamMuslim
keduanya selalu memakai sorban.”
Catatan : Walaupun mereka
bukan orang Arab tapi mengamalkan hal ini (memakai sorban) untuk
mengikuti SunnahRasulullah Saw.
17.“Ibn Al-Jawzi dan Ibn
Al-Qayyim (dalam kitab Raudatal-muhibbin hal. 225.) mengatakan bahwa
Syekh Hasan al-Basri selalu memakai sorban.”
18. Juga dikatakan
dalam beberapa buku biografi, bahwa Imam Abu Zakaria an-Nawawi seumur
hidupnya hanya memakai gamis dan sorban....
Hukum paling rajih adalah mubah,
BalasHapusJd walaupun orng awam tetap boleh memakai sorban tanpa keilmuan yg cukup. .
BalasHapus