Kisah Taskil Maulana Umar Phalampuri :
Ketika Maulana Umar baru pulang taskyl 1 tahun di jazirah arab baru
sampe di markaz , pulang bawa jemaah taskilan. Maulana Yusuf, amir
dakwah waktu itu, minta agar Maulana umar mau pergi menemani jemaah
sebagai takaza, padahal tiket pulang sudah di beli. Baru pulang sudah
tiskyl lagi, karena waktu itu belum ada banyak orang yang mengurusi
jemaah di Nizamuddin, akhirnya maulana umar pergi sama jemaah tersebut
untuk takaza selama 10 hari. Setelah 10 hari pulang ke Nizammuddin baru
nyampe ada takaza lagi jemaah dalam negeri, lalu diminta sama maulana
yusuf untuk menambah masa. Maulana Umar ini sudah berat sekali mengambil
takaza tersebut, tapi tetep taat pada Amir, berangkat juga menemani
jemaah takaza 10 hari lagi. Setelah 10 hari pulang, nyampe markaz
diminta lagi oleh Maulana Yusuf untuk menemani jemaah tersebut. Maulana
Umar karena letihnya keluar 1 tahun dan sudah 2 x 10 hari ambil takaza,
minta izin kepada maulana yusuf untuk
pulang dulu. Maulana Yusuf marah besar ke maulana umar lebih
mementingkan dunia, pulang ke rumah, dibanding takaza dakwah. “Jadi
Maulana tidak mau mendahulukan dakwah dari diri maulana kalau gitu
pulang saja.” Kata maulana yusuf. Mendengar ini maulana yusuf marah,
akhirnya maulana umar pergi lagi tidak jadi pulang bawa jemaah takaza 10
hari yang ketiga. Kata Maulana Umar, 1 bulan yang tidak niat ini lebih
berat dari yang 1 tahun keluar dengan niat. Waktu satu tahun keluar itu
sudah dihitung, sedangkan yang satu bulan ini diluar perhitungan. Berat
sekali bagi seorang maulana umar. Ini karena tarbiyah dalam 1 bulan ini
lebih tinggi dari pada tarbiyah untuk 1 tahun. Inilah Mujahaddah mereka,
makanya hidayah turun diseluruh alam asbab pengorbanan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar