Setelah khatam beberapa kali kitab hayatussahabah 3 jilid tebal itu, ana punya kesimpulan :
"Sejak zaman Rasulullah, sahabat, tabi'in sampai para waliyulloh
setelahnya, jama'ah2 yg dikirim itu memang belum tentu semuanya ahli
fiqih (alim ulama), tapi yg PASTI mereka ahli di bidangnya masing2..
Ada yg ahli tausiyah/ilmu, ada yg ahli lobby/kususi, ada yg ahli
negosiasi, ada yg ahli dzikir, ada yg hebat dalam mengorbankan harta dan
diri, bahkan ada yg luar biasa dalam berkhidmad(melayani) dll...
Semua berdakwah dibawah pimpinan yg paling alim dalam ilmu syari'at / fiqih..
Dan siapa saja yg ada dalam jama'ah yg dikirim itu semuanya berhak mendapat sebutan DA'IE.....!
Kalau jama'ah yg beraneka ragam itu tetapi bertujuan sama yaitu "LI
ILLAH KALIMATILAH" tidak berhak disebut da'I atau mereka dilarang
berdakwah, maka yg berpendapat demikian tidak meyakini bahwa ADZAN itu
adalah dakwah yg paling sempurna..!
Mengapa..?
Karena Adzan yg
disepakati semua umat sebagai dakwah paling sempurna dan hukumnya FARDHU
KIFAYAH itu saja SAH dilakukan oleh anak kecil yg belum faham artinya
(selama yg diucapkannya benar)..? Apalagi dakwah ISLAH DIRI kita yg
hukumnya FARDHU 'AIN..???
Kalau khuruj fiasabilillah HAJI itu "panggilan" maka khuruj dakwah ini "pilihan"..
Bukan kita yg mau seperti ini, tapi ALLOH yg mau...!
Tetap semangat..!
Sebarkan dakwah - petik hidayah..!
LAILLAHAILALLAH MUHAMMADARRASULULLAH..!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar