Total Tayangan Halaman

Rabu, 25 Desember 2013

MANA JANJI MANISMU


MANA JANJI MANISMU

Siapa yang tidak kenal dengan singa si Raja hutan. Yang mengaum saja sudah cukup untuk menggentarkan seluruh hutan. Para binatang sudah mulai bosan dengan kepemimpinan singa yang diktator. Makanya para hewan bermusyawarah untuk mengganti raja hutan. Jalan satu-satunya yaitu mengadakan pemilihan umum.

Singkat cerita diadakanlah pemilihan umum yang akhirnya di menangkan oleh sang musang. Jadi musang sekarang telah menjadi raja hutan. Dibawah kepemimpinan musang hutan pun menjadi tenang dan damai.

Singa tentu tidak berdiam diri melihat keadaan ini. Singa ingin kembali menjadi raja hutan. Jalan satu-satunya buat partai. Hampir semua binatang sudah berpihak kepada musang. Singa berpikir keras siapa yang bisa diajak untuk buat partai.

Nyamuk, walau pun mereka dari kalangan lemah. Nyamuk mempunyai massa yang banyak. Singa memutuskan untuk membuat partai nyamuk. Nyamuk bertanya, “Singa apa yang akan kamu berikan kepada kami kalau engkau menang ?”. Singa menjanjikan bahwa dia akan menjamin kehidupan nyamuk dan mereka boleh melakukan apa pun sesuka hati mereka. Kontrak politik pun telah ditandatangangi.
Singa menyuruh nyamuk untuk menggigit semua binatang yang ada di hutan. Malam itu tidak ada satu hewan pun yang luput dari gigitan nyamuk. Karena serangan nyamuk yang begitu dahsyat, paginya para hewan datang kepada musang si raja hutan. Musang, kami semalam di gigit nyamuk. Apa solusi yang engkau buat kepada kami selaku raja hutan. Musang menjawab “Waduh, semalam saya juga habis digigit nyamuk, oh iya nyamukkan anggotanya singa. Coba kalian datang kepada singa.

Para hewan datang kepada singa, menyampaikan aspirasi mereka supaya nyamuk berhenti menggigit mereka. Singa menjawab, “Oh tidak bisa, kalau kalian ingin nyamuk berhenti menggigit, Kita adakan lagi pemilihan umum untuk mengganti raja hutan.

Singkat cerita diadakan lagi pemilihan umum dan singa kembali menjadi raja hutan.
Tetapi nyamuk tetap menggigit para hewan. Para hewan kembali datang kepada singa, kamu kan sekarang sudah raja hutan tetapi kenapa nyamuk masih menggigit. Tenang, nyamukkan anggota ku nanti akan aku amankan. Singa pun memanggil nyamuk dan mengatakan supaya berhenti menggigit para hewan. Nyamuk menjawab, “Oh tidak bisa, bukankan kamu sudah berjanji menjamin kehidupan kami dan kami boleh berbuat sesukan hati kami”.

Para hewan kembali datang kepada singa. Bagaimana ini, nyamuk masih menggigit kami. Singa memberikan semprot nyamuk kepada para hewan. Kalau kalian digigit nyamuk gunakan semprot ini.

Nyamuk menjadi gelisah karena adanya semprot nyamuk dan mengadukan hal ini kepada singa. Singa mengatakan, “Slow aja muk, semprotnya itu palsu. Kalau kalian di semprot pura-pura mati aja.

Begitulah indahnya politik, hanya janji manis saja. Janji sana, janji sini tetapi tidak ada yang di tepati.

Allah SWT telah berjanji didalam Al Qur’an :
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, (QS. An-Nur : 55)

Rasulullah SAW berusaha mencibtakan manusia-manusia yang beriman dan beramal dengan sempurna. Para sahabat juga buat usaha mencibtakan manusia yang beriman dan beramal. Makanya muncul pemimpin-pemimpin besar dikalang ummat islam. Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali adalah wujud nyata keberhasilan pemimpin-pemimpin islam.

Kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang iman dan buat usaha atas iman maka Allah SWT akan pilih pemimpin yang beriman.

Kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang suka korupsi dan sogok menyogok maka Allah SWT juga akan lantik pemimpin yang suka korupsi.

Sudah menjadi keharusan, kalau masyarakat di sebuah kampung lebih banyak tukang becak maka otomatis yang menjadi pemimpin dikampung itu juga tukang becak. Kalau masyarakat di sebuah kampung lebih banyak pedagang maka kemungkinan besar yang akan menjadi pemimpin dikampun itu seorang pedagang.

Begitu jugalah halnya dengan masyarakat yang beriman maka otomatis Allah SWT akan lantik pemimpin yang beriman.

Kenapa para pemimpin kita orang yang suka korupsi dan suka menyogok karena masyarakatnya juga demikian. Mulai dari SD kita sudah diajari menyogok. Untuk masuk SD saja harus di sogok. SMP, SMA juga begitu. Untuk jadi PNS harus keluar uang 50 – 100 jt. Untuk masuk sekolah kehakiman 500 jt. Untuk jadi polisi 100 jt.
Setelah menjadi PNS, menjadi hakim, menjadi polisi mereka korupsi “ITU HAL YANG WAJAR”

Untuk menjadi Bupati, kampanye sana dan sini sogok sana sogok sini perlu dana puluhan milyar.
Untuk menjadi Gubernur, kampanye sana dan sini sogok sana sogok sini perlu dana ratusan milyar.
Apalagi untuk menjadi presiden tentu butuh dana yang banyak
APAKAH TIDAK WAJAR MEREKA KORUPSI … ???

Pemimpin itu tergantung masyarakatnya …
Karena Allah SWT telah berjanji didalam Al Qur’an dan Allah SWT tidak akan mungkin ingkar janji.

Untuk mencibtakan pemimpin yang beriman tentulah kita harus mewujudkan masyarakat yang beriman. Bagaimana mewujudkan masyarakat yang beriman … ???
Buat usaha atas iman. Apa itu usaha atas iman … ?

Usaha atas dunia kita sudah tahu, terkadang satu orang ayah harus pergi pagi pulang malam. Tidak hanya itu terkadang pergi keluar kota beberapa hari meninggalkan anak dan istri. Yang lebih dahsyatnya lagi 2, 3 tahun di negeri orang meninggalkan anak dan istri demi usaha dunia.

Untuk mengenal usaha atas iman ini kita juga perlu meluangkan waktu 3 hari meninggalkan segala aktifitas dunia kita termasuk kita tinggalkan sementara anak dan istri ini selama 3 hari untuk buat usaha atas iman.

Usaha atas iman ini sudah ada di seluruh Indonesia bahkan diseluruh dunia tetapi yang mau terlibat dalam usaha atas iman ini masih sedikit.

Kalau semua kita mau terlibat dalam usaha atas iman ini. In Shaa Allah, keadaan di Indonesia akan berubah.

Tahap awal untuk mengenal usaha atas iman kita kita harus meluangkan waktu 3 hari. Untuk belajar usaha atas iman.
MANA JANJI MANISMU

Siapa yang tidak kenal dengan singa si Raja hutan. Yang mengaum saja sudah cukup untuk menggentarkan seluruh hutan. Para binatang sudah mulai bosan dengan kepemimpinan singa yang diktator. Makanya para hewan bermusyawarah untuk mengganti raja hutan. Jalan satu-satunya yaitu mengadakan pemilihan umum.

Singkat cerita diadakanlah pemilihan umum yang akhirnya di menangkan oleh sang musang. Jadi musang sekarang telah menjadi raja hutan. Dibawah kepemimpinan musang hutan pun menjadi tenang dan damai.

Singa tentu tidak berdiam diri melihat keadaan ini. Singa ingin kembali menjadi raja hutan. Jalan satu-satunya buat partai. Hampir semua binatang sudah berpihak kepada musang. Singa berpikir keras siapa yang bisa diajak untuk buat partai.

Nyamuk, walau pun mereka dari kalangan lemah. Nyamuk mempunyai massa yang banyak. Singa memutuskan untuk membuat partai nyamuk. Nyamuk bertanya, “Singa apa yang akan kamu berikan kepada kami kalau engkau menang ?”. Singa menjanjikan bahwa dia akan menjamin kehidupan nyamuk dan mereka boleh melakukan apa pun sesuka hati mereka. Kontrak politik pun telah ditandatangangi.
Singa menyuruh nyamuk untuk menggigit semua binatang yang ada di hutan. Malam itu tidak ada satu hewan pun yang luput dari gigitan nyamuk. Karena serangan nyamuk yang begitu dahsyat, paginya para hewan datang kepada musang si raja hutan. Musang, kami semalam di gigit nyamuk. Apa solusi yang engkau buat kepada kami selaku raja hutan. Musang menjawab “Waduh, semalam saya juga habis digigit nyamuk, oh iya nyamukkan anggotanya singa. Coba kalian datang kepada singa.

Para hewan datang kepada singa, menyampaikan aspirasi mereka supaya nyamuk berhenti menggigit mereka. Singa menjawab, “Oh tidak bisa, kalau kalian ingin nyamuk berhenti menggigit, Kita adakan lagi pemilihan umum untuk mengganti raja hutan.

Singkat cerita diadakan lagi pemilihan umum dan singa kembali menjadi raja hutan.
Tetapi nyamuk tetap menggigit para hewan. Para hewan kembali datang kepada singa, kamu kan sekarang sudah raja hutan tetapi kenapa nyamuk masih menggigit. Tenang, nyamukkan anggota ku nanti akan aku amankan. Singa pun memanggil nyamuk dan mengatakan supaya berhenti menggigit para hewan. Nyamuk menjawab, “Oh tidak bisa, bukankan kamu sudah berjanji menjamin kehidupan kami dan kami boleh berbuat sesukan hati kami”.

Para hewan kembali datang kepada singa. Bagaimana ini, nyamuk masih menggigit kami. Singa memberikan semprot nyamuk kepada para hewan. Kalau kalian digigit nyamuk gunakan semprot ini.

Nyamuk menjadi gelisah karena adanya semprot nyamuk dan mengadukan hal ini kepada singa. Singa mengatakan, “Slow aja muk, semprotnya itu palsu. Kalau kalian di semprot pura-pura mati aja.

Begitulah indahnya politik, hanya janji manis saja. Janji sana, janji sini tetapi tidak ada yang di tepati.

Allah SWT telah berjanji didalam Al Qur’an :
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, (QS. An-Nur : 55)

Rasulullah SAW berusaha mencibtakan manusia-manusia yang beriman dan beramal dengan sempurna. Para sahabat juga buat usaha mencibtakan manusia yang beriman dan beramal. Makanya muncul pemimpin-pemimpin besar dikalang ummat islam. Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali adalah wujud nyata keberhasilan pemimpin-pemimpin islam.

Kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang iman dan buat usaha atas iman maka Allah SWT akan pilih pemimpin yang beriman.

Kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang suka korupsi dan sogok menyogok maka Allah SWT juga akan lantik pemimpin yang suka korupsi.

Sudah menjadi keharusan, kalau masyarakat di sebuah kampung lebih banyak tukang becak maka otomatis yang menjadi pemimpin dikampung itu juga tukang becak. Kalau masyarakat di sebuah kampung lebih banyak pedagang maka kemungkinan besar yang akan menjadi pemimpin dikampun itu seorang pedagang.

Begitu jugalah halnya dengan masyarakat yang beriman maka otomatis Allah SWT akan lantik pemimpin yang beriman.

Kenapa para pemimpin kita orang yang suka korupsi dan suka menyogok karena masyarakatnya juga demikian. Mulai dari SD kita sudah diajari menyogok. Untuk masuk SD saja harus di sogok. SMP, SMA juga begitu. Untuk jadi PNS harus keluar uang 50 – 100 jt. Untuk masuk sekolah kehakiman 500 jt. Untuk jadi polisi 100 jt.
Setelah menjadi PNS, menjadi hakim, menjadi polisi mereka korupsi “ITU HAL YANG WAJAR”

Untuk menjadi Bupati, kampanye sana dan sini sogok sana sogok sini perlu dana puluhan milyar.
Untuk menjadi Gubernur, kampanye sana dan sini sogok sana sogok sini perlu dana ratusan milyar.
Apalagi untuk menjadi presiden tentu butuh dana yang banyak
APAKAH TIDAK WAJAR MEREKA KORUPSI … ???

Pemimpin itu tergantung masyarakatnya …
Karena Allah SWT telah berjanji didalam Al Qur’an dan Allah SWT tidak akan mungkin ingkar janji.

Untuk mencibtakan pemimpin yang beriman tentulah kita harus mewujudkan masyarakat yang beriman. Bagaimana mewujudkan masyarakat yang beriman … ???
Buat usaha atas iman. Apa itu usaha atas iman … ?

Usaha atas dunia kita sudah tahu, terkadang satu orang ayah harus pergi pagi pulang malam. Tidak hanya itu terkadang pergi keluar kota beberapa hari meninggalkan anak dan istri. Yang lebih dahsyatnya lagi 2, 3 tahun di negeri orang meninggalkan anak dan istri demi usaha dunia.

Untuk mengenal usaha atas iman ini kita juga perlu meluangkan waktu 3 hari meninggalkan segala aktifitas dunia kita termasuk kita tinggalkan sementara anak dan istri ini selama 3 hari untuk buat usaha atas iman.

Usaha atas iman ini sudah ada di seluruh Indonesia bahkan diseluruh dunia tetapi yang mau terlibat dalam usaha atas iman ini masih sedikit.

Kalau semua kita mau terlibat dalam usaha atas iman ini. In Shaa Allah, keadaan di Indonesia akan berubah.

Tahap awal untuk mengenal usaha atas iman kita kita harus meluangkan waktu 3 hari. Untuk belajar usaha atas iman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar