JADILAH ENGKAN WANITA YANG TERBAIK
Jadilah kita seperti Aisyah R.ha (Ahli hadits / Pengajar)
Guru hadits pertama dan yang terbanyak mengumpulkan hadits ini adalah isteri Rosululloh saw, yaitu Aisyah r.ha. Beliau yang mengajar para sahabat tentang hadits hadits Nabi saw yang dia dengarkan dirumah. Dikabarkan ada 2220 hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.ha. Begitu banyak hadits yang kita baca adalah dari Aisyah r.ha dan Rosululloh saw ketika hampir wafat mengatakan, aku meninggalkan dua hal untukmu yang jika engkau benar benar berpegang teguh padanya, dengan kedua tanganmu erat erat maka engkau akan selamat. Itulah Kitabullah dan sunnah Rosululloh saw.
Jadi kita bisa melihat Aisyah r.ha menyumbangkan peran penting dalam meriwayatkan hadits. Begitu pula isteri isteri Rosululloh saw yang lain dan para sahabiyah r.ha. Mereka mengajar masyarakat, mengajar anak anaknya, mengajar tetangganya. Mereka mengajarkan tentang Islam kepada orang orang. Mereka bukan hanya masak, membasuh pakaian, tetapi mereka juga mendidik generasi berikutnya, mengajarkan agama. Dulu tidak ada sekolah Islam, merekalah sekolah Islam. Rosululloh saw pernah membawa Aisyah r.ha untuk berjihad. Mereka pergi bukan untuk urusan bisnis, mereka bukan pergi untuk bersenang senang, shopping, jalan jalan, mengunjungi orang orang, tetapi mereka pergi untuk berjihad, mereka pergi untuk menyebarkan Islam.
Kita harus mencontoh cara hidup istri istri Nabi saw agar kita bisa bertemu dengan Alloh dalam keadaan Alloh ridho pada kita. Lihatlah bagaimana Aisyah r.ha menjalani kehidupannya, walaupun sepeninggalan Nabi saw. Suatu ketika Aisyah r.ha mendapatkan 100.000 Dirham ( hari ini 1 Dirham kira kira Rp. 30.000,-. Jadi 100.000 x 30.000 = Rp. 3.000.000.000 = 3 Milyar ). Hari ini siapa yang bisa bersedekah seperti itu. Kemudian Aisyah r.ha membagi bagikan uang itu kepada fakir miskin dari pagi hingga sore sampai uang itu habis tidak tersisa. Ketika itu Aisyah r.ha membagi bagikan sedekahnya dengan baju yang sangat miskin, namun tetap saja dia berikan semua yang dia dapat kepada orang lain, bukan untuk memperkaya dirinya. Aisyah r.ha sering mendapatkan hadiah rampasan perang yang diberikan oleh pemimpin orang Islam pada waktu itu dan para sahabat ra lainnya. Pernah Aisyah r.ha dalam keadaan shaum, dan ketika berbuka hanya ada sepotong roti. Lalu tiba tiba datang seorang fakir miskin meminta sedikit makanan darinya. Maka Aisyah r.ha langsung memerintahkan untuk memberikan roti satu satunya untuk berbuka puasa kepada fakir miskin tersebut.
Jadilah kita seperti Maryam AS (Ahli Ibadah)
Alloh SWT pelihara maryam dan dibesarkan melalui didikan seorang Nabi yaitu Zakaria AS, yang tidak lain adalah paman beliau sendiri. Betapa mulianya Maryam ini disisi Alloh, asbab doa dari seorang ibu semenjak masih dalam kandungan. Di dalam al Quran diceritakan, setiap kali Zakaria AS masuk kedalam mihrab ini di situ sudah ada rizki yang Alloh siapkan untuk Maryam, padahal tidak ada satu orang pun yang mengantarkan. Siapa yang memberi rizki ? Alloh SWT. Ulama katakan jika seseorang ini mau masuk ke dalam bili Maryam AS ini harus melewati tujuh lapis pintu yang setiap pintu kuncinya ini dipegang oleh Zakaria AS. Tapi itulah keanehannya, setiap kali dibukakan pintunya, di situ ada rizki yang sudah disiapkan untuk Maryam AS.
Ini juga suatu pelajaran bagi kita, bahwa kehebatan seorang wanita ini adalah tatkala dirinya ini tertutup. Satu lapis pintu saja sudah tidak kelihatan sebenarnya, ini tujuh lapis pintu, bagaimana rapat dan tertutupnya seorang Maryam AS. Maka wanita ini semakin tertutup semakin dekat dengan Alloh SWT. Semakin mau dia diam di rumah semakin dekat dengan Alloh SWT :
"Dan diamlah kalian wahai wanita di rumah rumah kalian."
maka akan mudah seorang wanita ini untuk dekat dengan Alloh SWT, tatkala dia mau diam di rumahnya. Sehingga ketika kita baca riwayat riwayat wanita yang sholih, mereka ini menjadi wali wali Alloh, tatkala dia mau diam di rumah. Keluar hanya betul betul untuk keperluan agama saja. Seperti itu pula kehidupan yang dicontohkan oleh Maryam AS. Tatkala dia, Maryam AS, berdiam di rumah, maka Alloh SWT kirimkan rizki kepadanya.
"Tanya zakaria, "Dari mana rizki ini / makanan "
maryam AS menjawab :
"Ini semua dari sisi Alloh"
Setiap Zakaria AS masuk ke mihrab Maryam di musim panas, selalu terdapat makanan untuk musim dingin. Jika Beliau AS masuk di musim dingin, maka didapatinya di mihrab Maryam AS makanan untuk musim panas. maka Zakaria AS keheranan, dan bertanya, "Dari mana kamu dapat buah buahan ini ?" Kata Maryam AS "Ini datang dari Alloh SWT yang diberikan tanpa hisab (tidak terbatas)"
Jadilah kita seperti khadijah R.ha (Ahli Khidmat dan Ahli Dakwah)
Khadijah R.ha adalah contoh teladan yang patut untuk kita ikuti. Seorang sosok yang mengerti bagaimana peranan wanita. saat Rosululloh saw menerima wahyu pertama dari Alloh SWT, maka orang yang ditemuinya pertama kali bukanlah Abu Bakar ra, atau pamannya Abu Thalib, tetapi yang dijumpai oleh Rosululloh saw adalah istrinya, Khadijah R.ha. Saat itu Rosululloh saw dalam keadaan ketakutan, ketidak nyamanan, karena ini adalah saat pertama beliau berjumpa dengan Jibril as. Ini pertama kali beliau melihat Jibril dalam bentuk sebenarnya. Pertemuan dengan Jibril as telah membuat beliau sangat takut. Ketika beliau menggigil, ketakutan, Khadijah lah orang pertama yang menenangkan beliau.
Khadijah lah orang yang pertama kali meneduhkan hati dan menghilangkan ketakutan Nabi saw. Khadijah tahu betul bagaimana akhlaq mulia suaminya yang tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk, sehingga tidak mungkin Alloh SWT akan menyusahkan beliau. Khadijah lah orang pertama yang masuk Islam. Khadijah lah orang pertama di dunia yang membenarkan Nabi saw. Khadijah lah orang yang pertama yang menerima pesan Islam.
Begitulah kita seharusnya menjadi seorang isteri, Selalu dalam keadaan apapun siap membantu suami seperti Khadijah r.ha. Khadijah r.ha saat itu ikut memikirkan bagaimana suaminya dapat menemukan jawaban dari masalahnya. Beliau kemudian menjumpai anak pamanya Waraqah bin Naufal. Lalu menceritakan semuanya seperti yang diceritakan Nabi saw padanya. Waraqah bin Naufal berkata "Itulah malaikat seperti yang dilihat oleh Musa as. Suamimu benar, jangan kuatir, suamimu adalah seorang nabi." Begitu Khadijah mendengar cerita Rosululloh saw, saat itu juga ia terus menolong Rosululloh saw, langsung mengadakan dakwah. Dia bukan perempuan yang hanya tinggal di rumah, tidur, rehat. Tapi dia langsung berfikir bagaimana menolong suaminya. Khadijah r.ha telah mengorbankan hartanya dan dirinya sepenuhnya kepada Alloh SWT. Ketika Khadijah r.ha masih hidup, Alloh SWT telah mewahyukan kepada Nabi saw mengenai surga yang Alloh SWT sediakan untuk Khadijah r.ha.
Khadijah r.ha seorang wanita yang kaya raya ketika dinikahi Nabi saw. Namun Khadijah r.ha menghabiskan seluruh harta kekayaannya untuk mendukung dakwah Nabi saw. Asalnya beliau adalah salah satu wanita terkaya di Makkah, Khadijah r.ha meninggal dalam keadaan sangat miskin.
Inilah semangat pengorbanan Khadijah r.ha yang membuat Nabi saw sangat sedih kehilangan isteri yang begitu mendukungnya dalam perjuangan hingga harus menanggung kesusahan. Inilah seorang sosok isteri yang asbab pengorbanannya, Alloh SWT sampaikan salam kepadanya ketika masih hidup melalui Nabi saw. Apakah kita tidak menginginkan hal serupa yaitu mendapatkan salam dari Alloh SWT ?
Jadilah kita seperi Hajar R.ha (Ahli Korban)
Alloh SWT telah memerintahkan Ibrahim as untuk mengirim isterinya Hajar R.ha, ke Mekkah yang ketika itu hanya merupakan tanah yang tandus. Alloh SWT gambarkan dalam al Quran tempat itu sebagai lembah yang tidak ada tumbuh tumbuhan, tidak ada air. Namun asbab Hajar r.ha adalah seorang isteri yang taat dan patuh kepada suami, maka Alloh SWT menjaga dan pelihara Hajar r.ha di tempat yang tandus itu. Ketika dibawa ketempat itu Hajar r.ha, tidak banyak bertanya kepada suaminya, hanya ikut dan turut saja dengan suaminya. Nabi Ibrahim as meninggalkan mereka dengan sedikit perbekalan dan sedikit air. Di sana orang pun tidak ada, tumbuhan tidak ada, kehidupan pun tidak ada. Cuma ada asbab asbab kematian di sekeliling mereka. Hajar r.ha bertanya "Wahai Ibrahim, kita hendak kemana ? Nabi Ibrahim as diam tidak menjawab. Lalu Hajar r.ha bertanya lagi "Apakah engkau akan tinggalkan kami di sini ? " Itupun Nabi Ibrahim as diam. Sehingga dipertanyaan yang ketiga, Hajar r.ha bertanya, "Apakah Alloh SWT yang memerintahkan kamu untuk berbuat seperti ini ?" Ibrahim as hanya menganggukan kepala.
Langsung Hajar r.ha berkata dengan penuh keyakinan :
"Kalau begitu sekali kali Alloh SWT tidak akan menyia nyiakan kami."
Maka dari mereka Alloh SWT abadikan kisah pengorbanan keluarga. Itulah contoh suami yang berkorban, isteri yang berkorban, anak bayi yang berkorban untuk agama Alloh SWT. Asbab ini Alloh SWT telah melahirkan dari mereka keturunan yang terbaik. Ibrahim as adalah bapak dari semua nabi nabi. Dari anaknya Ishak telah melahirkan nabi nabi bani israel. Dari Ismail as adalah nabi kita Muhammad saw. Seorang nabi yang Alloh SWT utus sebagai kebaikan untuk dunia, keamanan untuk dunia, keberkahan bagi dunia.
Firman Alloh Swt :
"Kamu ikutilah millah bapak kamu, Ibrahim as."
Kita berada di atas millah, atau cara beragama, Nabi Ibrahim as. Keyakinan tetap sama, yang berubah hanya syariat saja. Amalan yang dibawa untuk disempurnakan oleh Alloh SWT kepada Baginda saw. Untuk datangnya agama perlu pengorbanan suami, pengorbanan isteri, pengorbanan anak anak, baru agama akan datang. Asbab pengorbanan anak, isteri dan suami, maka dari keturunan kita akan lahir keturunan yang terbaik.
Alloh SWT telah memerintahkan Ibrahim as untuk membangun Ka'bah. Selesai menbangun Ka'bah dia mulai naik ke atas bukit bukit di sekeliling Bakkah. Alloh SWT telah memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyeru. Maka iapun menyeru :
"Wahai manusia, Alloh SWT telah menyuruh kamu untuk melakukan haji."
Alloh SWT telah menyampaikan suara Ibrahim as kepada semua manusia yang ada pada masa itu, sehingga janin janin yang ada dalam rahim ibu ibu mereka, dan arwah arwah yang berada dalam arwah, semuanya Alloh sampaikan suara Ibrahim as. Haji yang kita lakukan hari ini adalah untuk mengingat pengorbanan Ibrahim as sebagai ayah, Hajar r.ha sebagai ibu, dan Ismail as sebagai anak, mereka berkorban demi menjaga perintah Alloh SWT
Jadilah kita seperti Fathimah R.ha (Ahli Rumah Tangga)
Fathimah r.ha adalah anak Nabi saw yang senantiasa menemani Nabi saw dalam berdakwah ketika kecilnya. Setiap Nabi saw disiksa, dilemparkan kotoran onta, maka Fathimah lah yang membersihkan kotoran itu dari baju ayahnya sambil menangis. Di hari kiamat nanti, saat orang akan melewati shirat, akan diumumkan :
"Tundukkan pandangan, Fathimah akan lewat"
Inilah kemuliaan seorang wanita yang dimuliakan di akherat nanti. Namun kita lihat bagaimana dia menjalankan kehidupan. Ketika menikah, pernikahannya dilaksanakan dengan sangat super sederhana, tidak seperti kita hari ini yang berlebih lebihan, jauh dari kesan sunnah. Saat orang berbondong bondong menuju ke cara hidup dunia barat. bagaimana proses pernikahan wanita yang dimuliakan oleh penduduk akherat nanti ? Fathimah r.ha dinikahkan di masjid. Maharnya pun sangat sederhana berupa barang barang yang tidak mahal, tidak seperti kita hari ini yang membuat mahar tinggi tinggi sehingga susah untuk menikah. Selesai akad, Sahabat Ali ra berkata "Ya Rosululloh, Fathimah diberangkatkan ke rumah ?" Rosululloh tidak berkata "Bawakan alat musik, undang group band, buat pawai." Kata beliau "Ya, akadnya sudah selesai." Setelah shalat Magrib, beliau pulang ke rumah.
Fathimah bercerita, "Waktu itu aku sedang melakukan kegiatan seorang putri yang membantu di keluarga. Aku dengar Rosululloh saw bersabda "Panggil Ummu Aiman." Ummu Aiman adalah budak ibunda Rosululloh saw. Beliau pernah bersabda "Siapa yang ingin menikah dengan ahli surga, menikahlah dengan Ummu Aiman" Beliau berkata, "Ummu Aiman, antarkan Fathimah ke rumah Ali." Inilah pelepasan mempelai wanita. Tanpa disertai ayah, tanpa disertai ibu ibu yang ada, Ummahatul Mukminin yang begitu suci. Padahal saat itu ada ibunda Aisyah, Juwairiyah, Ummu Salamah R.ha. Wanita wanita yang tiada tandingnya di muka bumi. Fathimah r.ha berjalan kaki diantarkan ke rumah Ali ra. Bahkan pakaian pun tidak diganti. Itulah pemberangkatan pengantin wanita, seorang wanita yang paling mulia di akhirat nanti. tanpa iringan apa apa, musik ataupun barisan manusia.
Nabi saw memberikan bayan hidayah kepada Fathimah r.ha tentang peran seorang isteri di rumahnya. nasehat seorang Nabi yang paling mulia kepada anaknya. Inilah kehidupan para wanita yang paling mulia di muka bumi. Ke arah yang mereka tempuhlah para wanita hari ini seharusnya berjalan. Jika kita tidak mau mengikuti mereka, ke mana kira kira kita akan berakhir di akherat nanti, ke surgakah atau ke neraka ? Mari kita lihat kehidupan kita saat ini, kita intropeksi, sejauh mana kita sudah mempersiapkan diri untuk akherat nanti.
— bersama Ummu Najibah dan 27 lainnya. Jadilah kita seperti Aisyah R.ha (Ahli hadits / Pengajar)
Guru hadits pertama dan yang terbanyak mengumpulkan hadits ini adalah isteri Rosululloh saw, yaitu Aisyah r.ha. Beliau yang mengajar para sahabat tentang hadits hadits Nabi saw yang dia dengarkan dirumah. Dikabarkan ada 2220 hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.ha. Begitu banyak hadits yang kita baca adalah dari Aisyah r.ha dan Rosululloh saw ketika hampir wafat mengatakan, aku meninggalkan dua hal untukmu yang jika engkau benar benar berpegang teguh padanya, dengan kedua tanganmu erat erat maka engkau akan selamat. Itulah Kitabullah dan sunnah Rosululloh saw.
Jadi kita bisa melihat Aisyah r.ha menyumbangkan peran penting dalam meriwayatkan hadits. Begitu pula isteri isteri Rosululloh saw yang lain dan para sahabiyah r.ha. Mereka mengajar masyarakat, mengajar anak anaknya, mengajar tetangganya. Mereka mengajarkan tentang Islam kepada orang orang. Mereka bukan hanya masak, membasuh pakaian, tetapi mereka juga mendidik generasi berikutnya, mengajarkan agama. Dulu tidak ada sekolah Islam, merekalah sekolah Islam. Rosululloh saw pernah membawa Aisyah r.ha untuk berjihad. Mereka pergi bukan untuk urusan bisnis, mereka bukan pergi untuk bersenang senang, shopping, jalan jalan, mengunjungi orang orang, tetapi mereka pergi untuk berjihad, mereka pergi untuk menyebarkan Islam.
Kita harus mencontoh cara hidup istri istri Nabi saw agar kita bisa bertemu dengan Alloh dalam keadaan Alloh ridho pada kita. Lihatlah bagaimana Aisyah r.ha menjalani kehidupannya, walaupun sepeninggalan Nabi saw. Suatu ketika Aisyah r.ha mendapatkan 100.000 Dirham ( hari ini 1 Dirham kira kira Rp. 30.000,-. Jadi 100.000 x 30.000 = Rp. 3.000.000.000 = 3 Milyar ). Hari ini siapa yang bisa bersedekah seperti itu. Kemudian Aisyah r.ha membagi bagikan uang itu kepada fakir miskin dari pagi hingga sore sampai uang itu habis tidak tersisa. Ketika itu Aisyah r.ha membagi bagikan sedekahnya dengan baju yang sangat miskin, namun tetap saja dia berikan semua yang dia dapat kepada orang lain, bukan untuk memperkaya dirinya. Aisyah r.ha sering mendapatkan hadiah rampasan perang yang diberikan oleh pemimpin orang Islam pada waktu itu dan para sahabat ra lainnya. Pernah Aisyah r.ha dalam keadaan shaum, dan ketika berbuka hanya ada sepotong roti. Lalu tiba tiba datang seorang fakir miskin meminta sedikit makanan darinya. Maka Aisyah r.ha langsung memerintahkan untuk memberikan roti satu satunya untuk berbuka puasa kepada fakir miskin tersebut.
Jadilah kita seperti Maryam AS (Ahli Ibadah)
Alloh SWT pelihara maryam dan dibesarkan melalui didikan seorang Nabi yaitu Zakaria AS, yang tidak lain adalah paman beliau sendiri. Betapa mulianya Maryam ini disisi Alloh, asbab doa dari seorang ibu semenjak masih dalam kandungan. Di dalam al Quran diceritakan, setiap kali Zakaria AS masuk kedalam mihrab ini di situ sudah ada rizki yang Alloh siapkan untuk Maryam, padahal tidak ada satu orang pun yang mengantarkan. Siapa yang memberi rizki ? Alloh SWT. Ulama katakan jika seseorang ini mau masuk ke dalam bili Maryam AS ini harus melewati tujuh lapis pintu yang setiap pintu kuncinya ini dipegang oleh Zakaria AS. Tapi itulah keanehannya, setiap kali dibukakan pintunya, di situ ada rizki yang sudah disiapkan untuk Maryam AS.
Ini juga suatu pelajaran bagi kita, bahwa kehebatan seorang wanita ini adalah tatkala dirinya ini tertutup. Satu lapis pintu saja sudah tidak kelihatan sebenarnya, ini tujuh lapis pintu, bagaimana rapat dan tertutupnya seorang Maryam AS. Maka wanita ini semakin tertutup semakin dekat dengan Alloh SWT. Semakin mau dia diam di rumah semakin dekat dengan Alloh SWT :
"Dan diamlah kalian wahai wanita di rumah rumah kalian."
maka akan mudah seorang wanita ini untuk dekat dengan Alloh SWT, tatkala dia mau diam di rumahnya. Sehingga ketika kita baca riwayat riwayat wanita yang sholih, mereka ini menjadi wali wali Alloh, tatkala dia mau diam di rumah. Keluar hanya betul betul untuk keperluan agama saja. Seperti itu pula kehidupan yang dicontohkan oleh Maryam AS. Tatkala dia, Maryam AS, berdiam di rumah, maka Alloh SWT kirimkan rizki kepadanya.
"Tanya zakaria, "Dari mana rizki ini / makanan "
maryam AS menjawab :
"Ini semua dari sisi Alloh"
Setiap Zakaria AS masuk ke mihrab Maryam di musim panas, selalu terdapat makanan untuk musim dingin. Jika Beliau AS masuk di musim dingin, maka didapatinya di mihrab Maryam AS makanan untuk musim panas. maka Zakaria AS keheranan, dan bertanya, "Dari mana kamu dapat buah buahan ini ?" Kata Maryam AS "Ini datang dari Alloh SWT yang diberikan tanpa hisab (tidak terbatas)"
Jadilah kita seperti khadijah R.ha (Ahli Khidmat dan Ahli Dakwah)
Khadijah R.ha adalah contoh teladan yang patut untuk kita ikuti. Seorang sosok yang mengerti bagaimana peranan wanita. saat Rosululloh saw menerima wahyu pertama dari Alloh SWT, maka orang yang ditemuinya pertama kali bukanlah Abu Bakar ra, atau pamannya Abu Thalib, tetapi yang dijumpai oleh Rosululloh saw adalah istrinya, Khadijah R.ha. Saat itu Rosululloh saw dalam keadaan ketakutan, ketidak nyamanan, karena ini adalah saat pertama beliau berjumpa dengan Jibril as. Ini pertama kali beliau melihat Jibril dalam bentuk sebenarnya. Pertemuan dengan Jibril as telah membuat beliau sangat takut. Ketika beliau menggigil, ketakutan, Khadijah lah orang pertama yang menenangkan beliau.
Khadijah lah orang yang pertama kali meneduhkan hati dan menghilangkan ketakutan Nabi saw. Khadijah tahu betul bagaimana akhlaq mulia suaminya yang tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk, sehingga tidak mungkin Alloh SWT akan menyusahkan beliau. Khadijah lah orang pertama yang masuk Islam. Khadijah lah orang pertama di dunia yang membenarkan Nabi saw. Khadijah lah orang yang pertama yang menerima pesan Islam.
Begitulah kita seharusnya menjadi seorang isteri, Selalu dalam keadaan apapun siap membantu suami seperti Khadijah r.ha. Khadijah r.ha saat itu ikut memikirkan bagaimana suaminya dapat menemukan jawaban dari masalahnya. Beliau kemudian menjumpai anak pamanya Waraqah bin Naufal. Lalu menceritakan semuanya seperti yang diceritakan Nabi saw padanya. Waraqah bin Naufal berkata "Itulah malaikat seperti yang dilihat oleh Musa as. Suamimu benar, jangan kuatir, suamimu adalah seorang nabi." Begitu Khadijah mendengar cerita Rosululloh saw, saat itu juga ia terus menolong Rosululloh saw, langsung mengadakan dakwah. Dia bukan perempuan yang hanya tinggal di rumah, tidur, rehat. Tapi dia langsung berfikir bagaimana menolong suaminya. Khadijah r.ha telah mengorbankan hartanya dan dirinya sepenuhnya kepada Alloh SWT. Ketika Khadijah r.ha masih hidup, Alloh SWT telah mewahyukan kepada Nabi saw mengenai surga yang Alloh SWT sediakan untuk Khadijah r.ha.
Khadijah r.ha seorang wanita yang kaya raya ketika dinikahi Nabi saw. Namun Khadijah r.ha menghabiskan seluruh harta kekayaannya untuk mendukung dakwah Nabi saw. Asalnya beliau adalah salah satu wanita terkaya di Makkah, Khadijah r.ha meninggal dalam keadaan sangat miskin.
Inilah semangat pengorbanan Khadijah r.ha yang membuat Nabi saw sangat sedih kehilangan isteri yang begitu mendukungnya dalam perjuangan hingga harus menanggung kesusahan. Inilah seorang sosok isteri yang asbab pengorbanannya, Alloh SWT sampaikan salam kepadanya ketika masih hidup melalui Nabi saw. Apakah kita tidak menginginkan hal serupa yaitu mendapatkan salam dari Alloh SWT ?
Jadilah kita seperi Hajar R.ha (Ahli Korban)
Alloh SWT telah memerintahkan Ibrahim as untuk mengirim isterinya Hajar R.ha, ke Mekkah yang ketika itu hanya merupakan tanah yang tandus. Alloh SWT gambarkan dalam al Quran tempat itu sebagai lembah yang tidak ada tumbuh tumbuhan, tidak ada air. Namun asbab Hajar r.ha adalah seorang isteri yang taat dan patuh kepada suami, maka Alloh SWT menjaga dan pelihara Hajar r.ha di tempat yang tandus itu. Ketika dibawa ketempat itu Hajar r.ha, tidak banyak bertanya kepada suaminya, hanya ikut dan turut saja dengan suaminya. Nabi Ibrahim as meninggalkan mereka dengan sedikit perbekalan dan sedikit air. Di sana orang pun tidak ada, tumbuhan tidak ada, kehidupan pun tidak ada. Cuma ada asbab asbab kematian di sekeliling mereka. Hajar r.ha bertanya "Wahai Ibrahim, kita hendak kemana ? Nabi Ibrahim as diam tidak menjawab. Lalu Hajar r.ha bertanya lagi "Apakah engkau akan tinggalkan kami di sini ? " Itupun Nabi Ibrahim as diam. Sehingga dipertanyaan yang ketiga, Hajar r.ha bertanya, "Apakah Alloh SWT yang memerintahkan kamu untuk berbuat seperti ini ?" Ibrahim as hanya menganggukan kepala.
Langsung Hajar r.ha berkata dengan penuh keyakinan :
"Kalau begitu sekali kali Alloh SWT tidak akan menyia nyiakan kami."
Maka dari mereka Alloh SWT abadikan kisah pengorbanan keluarga. Itulah contoh suami yang berkorban, isteri yang berkorban, anak bayi yang berkorban untuk agama Alloh SWT. Asbab ini Alloh SWT telah melahirkan dari mereka keturunan yang terbaik. Ibrahim as adalah bapak dari semua nabi nabi. Dari anaknya Ishak telah melahirkan nabi nabi bani israel. Dari Ismail as adalah nabi kita Muhammad saw. Seorang nabi yang Alloh SWT utus sebagai kebaikan untuk dunia, keamanan untuk dunia, keberkahan bagi dunia.
Firman Alloh Swt :
"Kamu ikutilah millah bapak kamu, Ibrahim as."
Kita berada di atas millah, atau cara beragama, Nabi Ibrahim as. Keyakinan tetap sama, yang berubah hanya syariat saja. Amalan yang dibawa untuk disempurnakan oleh Alloh SWT kepada Baginda saw. Untuk datangnya agama perlu pengorbanan suami, pengorbanan isteri, pengorbanan anak anak, baru agama akan datang. Asbab pengorbanan anak, isteri dan suami, maka dari keturunan kita akan lahir keturunan yang terbaik.
Alloh SWT telah memerintahkan Ibrahim as untuk membangun Ka'bah. Selesai menbangun Ka'bah dia mulai naik ke atas bukit bukit di sekeliling Bakkah. Alloh SWT telah memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyeru. Maka iapun menyeru :
"Wahai manusia, Alloh SWT telah menyuruh kamu untuk melakukan haji."
Alloh SWT telah menyampaikan suara Ibrahim as kepada semua manusia yang ada pada masa itu, sehingga janin janin yang ada dalam rahim ibu ibu mereka, dan arwah arwah yang berada dalam arwah, semuanya Alloh sampaikan suara Ibrahim as. Haji yang kita lakukan hari ini adalah untuk mengingat pengorbanan Ibrahim as sebagai ayah, Hajar r.ha sebagai ibu, dan Ismail as sebagai anak, mereka berkorban demi menjaga perintah Alloh SWT
Jadilah kita seperti Fathimah R.ha (Ahli Rumah Tangga)
Fathimah r.ha adalah anak Nabi saw yang senantiasa menemani Nabi saw dalam berdakwah ketika kecilnya. Setiap Nabi saw disiksa, dilemparkan kotoran onta, maka Fathimah lah yang membersihkan kotoran itu dari baju ayahnya sambil menangis. Di hari kiamat nanti, saat orang akan melewati shirat, akan diumumkan :
"Tundukkan pandangan, Fathimah akan lewat"
Inilah kemuliaan seorang wanita yang dimuliakan di akherat nanti. Namun kita lihat bagaimana dia menjalankan kehidupan. Ketika menikah, pernikahannya dilaksanakan dengan sangat super sederhana, tidak seperti kita hari ini yang berlebih lebihan, jauh dari kesan sunnah. Saat orang berbondong bondong menuju ke cara hidup dunia barat. bagaimana proses pernikahan wanita yang dimuliakan oleh penduduk akherat nanti ? Fathimah r.ha dinikahkan di masjid. Maharnya pun sangat sederhana berupa barang barang yang tidak mahal, tidak seperti kita hari ini yang membuat mahar tinggi tinggi sehingga susah untuk menikah. Selesai akad, Sahabat Ali ra berkata "Ya Rosululloh, Fathimah diberangkatkan ke rumah ?" Rosululloh tidak berkata "Bawakan alat musik, undang group band, buat pawai." Kata beliau "Ya, akadnya sudah selesai." Setelah shalat Magrib, beliau pulang ke rumah.
Fathimah bercerita, "Waktu itu aku sedang melakukan kegiatan seorang putri yang membantu di keluarga. Aku dengar Rosululloh saw bersabda "Panggil Ummu Aiman." Ummu Aiman adalah budak ibunda Rosululloh saw. Beliau pernah bersabda "Siapa yang ingin menikah dengan ahli surga, menikahlah dengan Ummu Aiman" Beliau berkata, "Ummu Aiman, antarkan Fathimah ke rumah Ali." Inilah pelepasan mempelai wanita. Tanpa disertai ayah, tanpa disertai ibu ibu yang ada, Ummahatul Mukminin yang begitu suci. Padahal saat itu ada ibunda Aisyah, Juwairiyah, Ummu Salamah R.ha. Wanita wanita yang tiada tandingnya di muka bumi. Fathimah r.ha berjalan kaki diantarkan ke rumah Ali ra. Bahkan pakaian pun tidak diganti. Itulah pemberangkatan pengantin wanita, seorang wanita yang paling mulia di akhirat nanti. tanpa iringan apa apa, musik ataupun barisan manusia.
Nabi saw memberikan bayan hidayah kepada Fathimah r.ha tentang peran seorang isteri di rumahnya. nasehat seorang Nabi yang paling mulia kepada anaknya. Inilah kehidupan para wanita yang paling mulia di muka bumi. Ke arah yang mereka tempuhlah para wanita hari ini seharusnya berjalan. Jika kita tidak mau mengikuti mereka, ke mana kira kira kita akan berakhir di akherat nanti, ke surgakah atau ke neraka ? Mari kita lihat kehidupan kita saat ini, kita intropeksi, sejauh mana kita sudah mempersiapkan diri untuk akherat nanti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar