Total Tayangan Halaman

Selasa, 28 Juni 2016


JADILAH ENGKAN WANITA YANG TERBAIK

Jadilah kita seperti Aisyah R.ha (Ahli hadits / Pengajar)

Guru hadits pertama dan yang terbanyak mengumpulkan hadits ini adalah isteri Rosululloh saw, yaitu Aisyah r.ha. Beliau yang mengajar para sahabat tentang hadits hadits Nabi saw yang dia dengarkan dirumah. Dikabarkan ada 2220 hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah r.ha. Begitu banyak hadits yang kita baca adalah dari Aisyah r.ha dan Rosululloh saw ketika hampir wafat mengatakan, aku meninggalkan dua hal untukmu yang jika engkau benar benar berpegang teguh padanya, dengan kedua tanganmu erat erat maka engkau akan selamat. Itulah Kitabullah dan sunnah Rosululloh saw.

Jadi kita bisa melihat Aisyah r.ha menyumbangkan peran penting dalam meriwayatkan hadits. Begitu pula isteri isteri Rosululloh saw yang lain dan para sahabiyah r.ha. Mereka mengajar masyarakat, mengajar anak anaknya, mengajar tetangganya. Mereka mengajarkan tentang Islam kepada orang orang. Mereka bukan hanya masak, membasuh pakaian, tetapi mereka juga mendidik generasi berikutnya, mengajarkan agama. Dulu tidak ada sekolah Islam, merekalah sekolah Islam. Rosululloh saw pernah membawa Aisyah r.ha untuk berjihad. Mereka pergi bukan untuk urusan bisnis, mereka bukan pergi untuk bersenang senang, shopping, jalan jalan, mengunjungi orang orang, tetapi mereka pergi untuk berjihad, mereka pergi untuk menyebarkan Islam.

Kita harus mencontoh cara hidup istri istri Nabi saw agar kita bisa bertemu dengan Alloh dalam keadaan Alloh ridho pada kita. Lihatlah bagaimana Aisyah r.ha menjalani kehidupannya, walaupun sepeninggalan Nabi saw. Suatu ketika Aisyah r.ha mendapatkan 100.000 Dirham ( hari ini 1 Dirham kira kira Rp. 30.000,-. Jadi 100.000 x 30.000 = Rp. 3.000.000.000 = 3 Milyar ). Hari ini siapa yang bisa bersedekah seperti itu. Kemudian Aisyah r.ha membagi bagikan uang itu kepada fakir miskin dari pagi hingga sore sampai uang itu habis tidak tersisa. Ketika itu Aisyah r.ha membagi bagikan sedekahnya dengan baju yang sangat miskin, namun tetap saja dia berikan semua yang dia dapat kepada orang lain, bukan untuk memperkaya dirinya. Aisyah r.ha sering mendapatkan hadiah rampasan perang yang diberikan oleh pemimpin orang Islam pada waktu itu dan para sahabat ra lainnya. Pernah Aisyah r.ha dalam keadaan shaum, dan ketika berbuka hanya ada sepotong roti. Lalu tiba tiba datang seorang fakir miskin meminta sedikit makanan darinya. Maka Aisyah r.ha langsung memerintahkan untuk memberikan roti satu satunya untuk berbuka puasa kepada fakir miskin tersebut.

Jadilah kita seperti Maryam AS (Ahli Ibadah)

Alloh SWT pelihara maryam dan dibesarkan melalui didikan seorang Nabi yaitu Zakaria AS, yang tidak lain adalah paman beliau sendiri. Betapa mulianya Maryam ini disisi Alloh, asbab doa dari seorang ibu semenjak masih dalam kandungan. Di dalam al Quran diceritakan, setiap kali Zakaria AS masuk kedalam mihrab ini di situ sudah ada rizki yang Alloh siapkan untuk Maryam, padahal tidak ada satu orang pun yang mengantarkan. Siapa yang memberi rizki ? Alloh SWT. Ulama katakan jika seseorang ini mau masuk ke dalam bili Maryam AS ini harus melewati tujuh lapis pintu yang setiap pintu kuncinya ini dipegang oleh Zakaria AS. Tapi itulah keanehannya, setiap kali dibukakan pintunya, di situ ada rizki yang sudah disiapkan untuk Maryam AS.

Ini juga suatu pelajaran bagi kita, bahwa kehebatan seorang wanita ini adalah tatkala dirinya ini tertutup. Satu lapis pintu saja sudah tidak kelihatan sebenarnya, ini tujuh lapis pintu, bagaimana rapat dan tertutupnya seorang Maryam AS. Maka wanita ini semakin tertutup semakin dekat dengan Alloh SWT. Semakin mau dia diam di rumah semakin dekat dengan Alloh SWT :

"Dan diamlah kalian wahai wanita di rumah rumah kalian."

maka akan mudah seorang wanita ini untuk dekat dengan Alloh SWT, tatkala dia mau diam di rumahnya. Sehingga ketika kita baca riwayat riwayat wanita yang sholih, mereka ini menjadi wali wali Alloh, tatkala dia mau diam di rumah. Keluar hanya betul betul untuk keperluan agama saja. Seperti itu pula kehidupan yang dicontohkan oleh Maryam AS. Tatkala dia, Maryam AS, berdiam di rumah, maka Alloh SWT kirimkan rizki kepadanya.

"Tanya zakaria, "Dari mana rizki ini / makanan "

maryam AS menjawab :

"Ini semua dari sisi Alloh"

Setiap Zakaria AS masuk ke mihrab Maryam di musim panas, selalu terdapat makanan untuk musim dingin. Jika Beliau AS masuk di musim dingin, maka didapatinya di mihrab Maryam AS makanan untuk musim panas. maka Zakaria AS keheranan, dan bertanya, "Dari mana kamu dapat buah buahan ini ?" Kata Maryam AS "Ini datang dari Alloh SWT yang diberikan tanpa hisab (tidak terbatas)"

Jadilah kita seperti khadijah R.ha (Ahli Khidmat dan Ahli Dakwah)

Khadijah R.ha adalah contoh teladan yang patut untuk kita ikuti. Seorang sosok yang mengerti bagaimana peranan wanita. saat Rosululloh saw menerima wahyu pertama dari Alloh SWT, maka orang yang ditemuinya pertama kali bukanlah Abu Bakar ra, atau pamannya Abu Thalib, tetapi yang dijumpai oleh Rosululloh saw adalah istrinya, Khadijah R.ha. Saat itu Rosululloh saw dalam keadaan ketakutan, ketidak nyamanan, karena ini adalah saat pertama beliau berjumpa dengan Jibril as. Ini pertama kali beliau melihat Jibril dalam bentuk sebenarnya. Pertemuan dengan Jibril as telah membuat beliau sangat takut. Ketika beliau menggigil, ketakutan, Khadijah lah orang pertama yang menenangkan beliau.

Khadijah lah orang yang pertama kali meneduhkan hati dan menghilangkan ketakutan Nabi saw. Khadijah tahu betul bagaimana akhlaq mulia suaminya yang tidak pernah melakukan sesuatu yang buruk, sehingga tidak mungkin Alloh SWT akan menyusahkan beliau. Khadijah lah orang pertama yang masuk Islam. Khadijah lah orang pertama di dunia yang membenarkan Nabi saw. Khadijah lah orang yang pertama yang menerima pesan Islam.

Begitulah kita seharusnya menjadi seorang isteri, Selalu dalam keadaan apapun siap membantu suami seperti Khadijah r.ha. Khadijah r.ha saat itu ikut memikirkan bagaimana suaminya dapat menemukan jawaban dari masalahnya. Beliau kemudian menjumpai anak pamanya Waraqah bin Naufal. Lalu menceritakan semuanya seperti yang diceritakan Nabi saw padanya. Waraqah bin Naufal berkata "Itulah malaikat seperti yang dilihat oleh Musa as. Suamimu benar, jangan kuatir, suamimu adalah seorang nabi." Begitu Khadijah mendengar cerita Rosululloh saw, saat itu juga ia terus menolong Rosululloh saw, langsung mengadakan dakwah. Dia bukan perempuan yang hanya tinggal di rumah, tidur, rehat. Tapi dia langsung berfikir bagaimana menolong suaminya. Khadijah r.ha telah mengorbankan hartanya dan dirinya sepenuhnya kepada Alloh SWT. Ketika Khadijah r.ha masih hidup, Alloh SWT telah mewahyukan kepada Nabi saw mengenai surga yang Alloh SWT sediakan untuk Khadijah r.ha.

Khadijah r.ha seorang wanita yang kaya raya ketika dinikahi Nabi saw. Namun Khadijah r.ha menghabiskan seluruh harta kekayaannya untuk mendukung dakwah Nabi saw. Asalnya beliau adalah salah satu wanita terkaya di Makkah, Khadijah r.ha meninggal dalam keadaan sangat miskin.

Inilah semangat pengorbanan Khadijah r.ha yang membuat Nabi saw sangat sedih kehilangan isteri yang begitu mendukungnya dalam perjuangan hingga harus menanggung kesusahan. Inilah seorang sosok isteri yang asbab pengorbanannya, Alloh SWT sampaikan salam kepadanya ketika masih hidup melalui Nabi saw. Apakah kita tidak menginginkan hal serupa yaitu mendapatkan salam dari Alloh SWT ?

Jadilah kita seperi Hajar R.ha (Ahli Korban)

Alloh SWT telah memerintahkan Ibrahim as untuk mengirim isterinya Hajar R.ha, ke Mekkah yang ketika itu hanya merupakan tanah yang tandus. Alloh SWT gambarkan dalam al Quran tempat itu sebagai lembah yang tidak ada tumbuh tumbuhan, tidak ada air. Namun asbab Hajar r.ha adalah seorang isteri yang taat dan patuh kepada suami, maka Alloh SWT menjaga dan pelihara Hajar r.ha di tempat yang tandus itu. Ketika dibawa ketempat itu Hajar r.ha, tidak banyak bertanya kepada suaminya, hanya ikut dan turut saja dengan suaminya. Nabi Ibrahim as meninggalkan mereka dengan sedikit perbekalan dan sedikit air. Di sana orang pun tidak ada, tumbuhan tidak ada, kehidupan pun tidak ada. Cuma ada asbab asbab kematian di sekeliling mereka. Hajar r.ha bertanya "Wahai Ibrahim, kita hendak kemana ? Nabi Ibrahim as diam tidak menjawab. Lalu Hajar r.ha bertanya lagi "Apakah engkau akan tinggalkan kami di sini ? " Itupun Nabi Ibrahim as diam. Sehingga dipertanyaan yang ketiga, Hajar r.ha bertanya, "Apakah Alloh SWT yang memerintahkan kamu untuk berbuat seperti ini ?" Ibrahim as hanya menganggukan kepala.

Langsung Hajar r.ha berkata dengan penuh keyakinan :

"Kalau begitu sekali kali Alloh SWT tidak akan menyia nyiakan kami."

Maka dari mereka Alloh SWT abadikan kisah pengorbanan keluarga. Itulah contoh suami yang berkorban, isteri yang berkorban, anak bayi yang berkorban untuk agama Alloh SWT. Asbab ini Alloh SWT telah melahirkan dari mereka keturunan yang terbaik. Ibrahim as adalah bapak dari semua nabi nabi. Dari anaknya Ishak telah melahirkan nabi nabi bani israel. Dari Ismail as adalah nabi kita Muhammad saw. Seorang nabi yang Alloh SWT utus sebagai kebaikan untuk dunia, keamanan untuk dunia, keberkahan bagi dunia.

Firman Alloh Swt :

"Kamu ikutilah millah bapak kamu, Ibrahim as."

Kita berada di atas millah, atau cara beragama, Nabi Ibrahim as. Keyakinan tetap sama, yang berubah hanya syariat saja. Amalan yang dibawa untuk disempurnakan oleh Alloh SWT kepada Baginda saw. Untuk datangnya agama perlu pengorbanan suami, pengorbanan isteri, pengorbanan anak anak, baru agama akan datang. Asbab pengorbanan anak, isteri dan suami, maka dari keturunan kita akan lahir keturunan yang terbaik.

Alloh SWT telah memerintahkan Ibrahim as untuk membangun Ka'bah. Selesai menbangun Ka'bah dia mulai naik ke atas bukit bukit di sekeliling Bakkah. Alloh SWT telah memerintahkan Nabi Ibrahim as untuk menyeru. Maka iapun menyeru :

"Wahai manusia, Alloh SWT telah menyuruh kamu untuk melakukan haji."

Alloh SWT telah menyampaikan suara Ibrahim as kepada semua manusia yang ada pada masa itu, sehingga janin janin yang ada dalam rahim ibu ibu mereka, dan arwah arwah yang berada dalam arwah, semuanya Alloh sampaikan suara Ibrahim as. Haji yang kita lakukan hari ini adalah untuk mengingat pengorbanan Ibrahim as sebagai ayah, Hajar r.ha sebagai ibu, dan Ismail as sebagai anak, mereka berkorban demi menjaga perintah Alloh SWT

Jadilah kita seperti Fathimah R.ha (Ahli Rumah Tangga)

Fathimah r.ha adalah anak Nabi saw yang senantiasa menemani Nabi saw dalam berdakwah ketika kecilnya. Setiap Nabi saw disiksa, dilemparkan kotoran onta, maka Fathimah lah yang membersihkan kotoran itu dari baju ayahnya sambil menangis. Di hari kiamat nanti, saat orang akan melewati shirat, akan diumumkan :

"Tundukkan pandangan, Fathimah akan lewat"

Inilah kemuliaan seorang wanita yang dimuliakan di akherat nanti. Namun kita lihat bagaimana dia menjalankan kehidupan. Ketika menikah, pernikahannya dilaksanakan dengan sangat super sederhana, tidak seperti kita hari ini yang berlebih lebihan, jauh dari kesan sunnah. Saat orang berbondong bondong menuju ke cara hidup dunia barat. bagaimana proses pernikahan wanita yang dimuliakan oleh penduduk akherat nanti ? Fathimah r.ha dinikahkan di masjid. Maharnya pun sangat sederhana berupa barang barang yang tidak mahal, tidak seperti kita hari ini yang membuat mahar tinggi tinggi sehingga susah untuk menikah. Selesai akad, Sahabat Ali ra berkata "Ya Rosululloh, Fathimah diberangkatkan ke rumah ?" Rosululloh tidak berkata "Bawakan alat musik, undang group band, buat pawai." Kata beliau "Ya, akadnya sudah selesai." Setelah shalat Magrib, beliau pulang ke rumah.

Fathimah bercerita, "Waktu itu aku sedang melakukan kegiatan seorang putri yang membantu di keluarga. Aku dengar Rosululloh saw bersabda "Panggil Ummu Aiman." Ummu Aiman adalah budak ibunda Rosululloh saw. Beliau pernah bersabda "Siapa yang ingin menikah dengan ahli surga, menikahlah dengan Ummu Aiman" Beliau berkata, "Ummu Aiman, antarkan Fathimah ke rumah Ali." Inilah pelepasan mempelai wanita. Tanpa disertai ayah, tanpa disertai ibu ibu yang ada, Ummahatul Mukminin yang begitu suci. Padahal saat itu ada ibunda Aisyah, Juwairiyah, Ummu Salamah R.ha. Wanita wanita yang tiada tandingnya di muka bumi. Fathimah r.ha berjalan kaki diantarkan ke rumah Ali ra. Bahkan pakaian pun tidak diganti. Itulah pemberangkatan pengantin wanita, seorang wanita yang paling mulia di akhirat nanti. tanpa iringan apa apa, musik ataupun barisan manusia.

Nabi saw memberikan bayan hidayah kepada Fathimah r.ha tentang peran seorang isteri di rumahnya. nasehat seorang Nabi yang paling mulia kepada anaknya. Inilah kehidupan para wanita yang paling mulia di muka bumi. Ke arah yang mereka tempuhlah para wanita hari ini seharusnya berjalan. Jika kita tidak mau mengikuti mereka, ke mana kira kira kita akan berakhir di akherat nanti, ke surgakah atau ke neraka ? Mari kita lihat kehidupan kita saat ini, kita intropeksi, sejauh mana kita sudah mempersiapkan diri untuk akherat nanti.
— bersama Ummu Najibah dan 27 lainnya.

Selasa, 04 Maret 2014

POLITIK, KHILAFIYAH, DAN TANDZIR DALAM JAMA’AH TABLIGH


POLITIK, KHILAFIYAH, DAN TANDZIR DALAM JAMA’AH TABLIGH

1. Sebagian orang menyatakan bahwa Jama’ah Tabligh melarang menyebutkan tandzir (ancaman) dari Al Qur’an atau hadits dalam ceramah dan dakwah mereka, yang boleh hanya tabsyir (kabar gembira dan fadhilah ‘amal), apakah ini benar ?

Ini adalah kesalah-pahaman karena kurangnya bertabayyun dengan bertanya kepada para ulama yang mengikuti kegiatan ama’ah abligh atau para syura mereka. Yang benar adalah mengutamakan atau memperbanyak kabar gembira dan menyedikitkan ancaman. Seperti ucapan salah seorang jama’ah Arab, “Kita sampaikan ancaman dalam bayan (ceramah) seperti memberi garam dalam masakan!”. Silahkan anda simak buku pegangan mereka Fadhilah ‘amal atau Muntakhab Al- Ahadits bukankah didalamnya dicantumkan juga hadits-hadits yang berisi ancaman dan dibacakan dalam pengajian-pengajian mereka.

Justru inilah yang sejalan dengan nasihat baginda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengirim sahabatnya sebagai juru dakwah di negeri lain, “Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mengutus seorang sahabatnya untuk suatu urusannya, beliau bersabda, “Berilah kabar gembira, jangan jadikan mereka menjauh dan permudahlah jangan kalian persulit.” (HR. Abu Dawud No. 4195 –shahih-)

2. Mereka berkata bahwa Jama’ah Tabligh tidak memperbolehkan khilafiyah, padahal bila seseorang tidak bicara khilafiyah maka ia tidak akan mampu mengetahui kebenaran orang lain dan akhirnya menganggap orang yang tidak sepaham sebagai orang yang salah, bagaimana itu ?

Jama’ah Tabligh ini adalah jama’ah tingkat internasional yang diikuti lebih dari 200 negara, tentunya terdiri orang yang berlatar belakang berbeda, baik madzhab, akidah maupun kebudayaannya, jika dipaksakan bicara khilafiyah tentunya akan menimbulkan perselisihan yang berujung mengganggu maksud sebenarnya yaitu untuk islah dan berdakwah. Habib Umar bin Hafidz menyatakan, “Meskipun ada perbedaan gerakan yang terjadi, itu hanyalah karena keikutsertaan orang – orang yang bukan termasuk di antara mereka atau orang yang tidak menjalankan dakwah sesuai dengan ushul dan dasar –dasar ajarannya, sehingga terjadi percampuran yang beraneka –rupa dan menyebabkan ketidakselarasan dalam fikih, pandangan, pemikiran dan akidah. Tapi Anda haruslah berprasangka baik terhadap mereka semua dan juga pandanglah kebaikan yang tampak jelas serta jangan Anda tafsiri dengan keburukan.

Demikian juga jauhilah segala hal yang dilarang dan keburukan yang nyata. Manusia yang tinggal dalam satu rumah saja berbeda watak dan pribadinya, apalagi dalam suatu jama’ah yang berjumlah besar. Umumnya, kebaikan pasti akan tersebar di kalangan umat nabi Muhammad saw dan setiap jama’ah atau kelompok Islam tak lepas darinya. Semoga Allah menjadikan kami dan Anda sebagai Ahli kebaikan.”

Untuk urusan fikih atau akidah dipersilahkan kepada masing-masing untuk belajar kepada para ulama dilingkungannya, tentunya yang ahli sunnah. Para masyaikh di india sering menganjurkan para pekerja dakwah agar bermadzhab dan belajar fikih kepada para ulama walaupun yang belum ikut dakwah.

Hal kedua, khilafiyyah adalah monopoli ulama’, jika orang awam dipaksakan harus membicarakannya tentu akan jadi kacau.

Bila dalam jamaah yang sedang keluar terdapat ulama, maka tidak mengapa bertanya tentang khilafiyyah, tapi bukan berdebat.

Selama program keluar pembicaraan khilafiyyah memang dihindari. Usaha dakwah ini adalah untuk menumbuhkan keyakinan dan semangat beramal dalam diri umat yang memiliki keragaman dan latar belakang. Dengan hanya berbicara masalah-masalah yang disepakati, perbedaan-perbedaan tersebut tidak akan menjadi ganjalan dalam kerja universal.

K.H. Musthafa Bisri Rembang mengatakan :
“Dan janganlah mulai membahas masalah furu’iyyah khilafiyyah yang akan membangkitkan perbedaan pendapat dan tidak adanya persatuan. Misalnya, dengan mengatakan, “tahlil dan talqin tidak berguna sama sekali bagi mayit. Saya tidak pernah temukan dalam Bukhari dan Muslim anjuran untuk memakai tasbih, dan sebagainya.” Sebab kerusakan dari pembahasan itu lebih besar daripada kemaslahatannya.” (Zaad Az-Zu’ama : 11)

Tidak benar jika ada tuduhan, bahwa Jamaah Tabligh tidak memperdulikan fiqih. Sama sekali tidak dinafikan kepentingan fiqih, namun hal ini dikembalikan kepada bimbingan alim ulama masing – masing, yaitu dengan beberapa alasan, diantaranya adalah :

1. Rawannya perselisihan yang timbul karena pembahasan masalah fiqih, dan tidak sedikit yang menjurus kea rah perpecahan umat.
2. Perlunya seseorang faqih yang ahli dalam pembahasannya, karena tidak semua orang dapat menyampaikannya. Apabila sembarang orang, niscaya dikhawatirkan akan menimbulkan perpecahan.
3. Perbedaan sisi pemahaman masing-masing yang perlu dikemas sedemikian rupa, sehingga tidak menimbulkan perpecahan. Atas pertimbangan tersebut, maka langka Jama’ah Tabligh adalah menghidupkan semangat pengamalan agama melalui ta’lim fadhail, dan menghidupkan gairah masail fiqih melalui ta’lim infiradi (individu).

3. Mereka mengatakan bahwa Jama’ah Tabligh tidak memperbolehkan politik karena akan menyebabkan kebohongan dan pertengkaran, padahal orang yang tidak mau berpolitik akan menjadi mangsa politik. Bagaimana sebenarnya ?

Jamaah Tabligh hanyalah menganjurkan untuk menghindari masalah politik. Menghindari masalah politik bukan berarti anti politik. Orang yang menghindari makan jengkol misalnya bukan berarti mengharamkan jengkol bagi orang lain. Diskusi dan pembahasan politik ada ahli dan forumnya tersendiri. Sebagaimana dalam perjalanan ibadah haji yang dibahas sehari – hari tentunya masalah yang berhubungan tentang haji. Jangankan permasalahan politik, pembahasan tentang hukum zakat dan puasa pun ditiadakan. Karena memang bukan forumnya. Dan tidak seorangpun protes dan mengusulkan adanya diskusi politik dalam perjalanan haji.

Menghindari politik ini hanya ketika beraktifitas dakwah saja, buktinya orang-orang yang pernah ikut Jaulah kalau ada pemilu ikut nyoblos juga, bahkan ada ulama dari kalangan mereka yang mengharamkan Golput.

Maka dugaan ini sama sekali tidak benar dan perlu di klarifikasi.

Sumber :
Kitab “Jamaah Tabligh Sesat ? Para Kyai & Santri Menjawab”
Halaman 236 - 241
Disusun oleh Team tabayyun Payaman.
Diterbitkan oleh Balai Pustaka Upaya Ilmu Iman
Ponpes. Sirajul Mukhlasin Payaman,
Payaman PO BOX 158 Magelang 56101 telp. 0293 367110
Magelang, Jawa Tengah

Rabu, 25 Desember 2013

MANA JANJI MANISMU


MANA JANJI MANISMU

Siapa yang tidak kenal dengan singa si Raja hutan. Yang mengaum saja sudah cukup untuk menggentarkan seluruh hutan. Para binatang sudah mulai bosan dengan kepemimpinan singa yang diktator. Makanya para hewan bermusyawarah untuk mengganti raja hutan. Jalan satu-satunya yaitu mengadakan pemilihan umum.

Singkat cerita diadakanlah pemilihan umum yang akhirnya di menangkan oleh sang musang. Jadi musang sekarang telah menjadi raja hutan. Dibawah kepemimpinan musang hutan pun menjadi tenang dan damai.

Singa tentu tidak berdiam diri melihat keadaan ini. Singa ingin kembali menjadi raja hutan. Jalan satu-satunya buat partai. Hampir semua binatang sudah berpihak kepada musang. Singa berpikir keras siapa yang bisa diajak untuk buat partai.

Nyamuk, walau pun mereka dari kalangan lemah. Nyamuk mempunyai massa yang banyak. Singa memutuskan untuk membuat partai nyamuk. Nyamuk bertanya, “Singa apa yang akan kamu berikan kepada kami kalau engkau menang ?”. Singa menjanjikan bahwa dia akan menjamin kehidupan nyamuk dan mereka boleh melakukan apa pun sesuka hati mereka. Kontrak politik pun telah ditandatangangi.
Singa menyuruh nyamuk untuk menggigit semua binatang yang ada di hutan. Malam itu tidak ada satu hewan pun yang luput dari gigitan nyamuk. Karena serangan nyamuk yang begitu dahsyat, paginya para hewan datang kepada musang si raja hutan. Musang, kami semalam di gigit nyamuk. Apa solusi yang engkau buat kepada kami selaku raja hutan. Musang menjawab “Waduh, semalam saya juga habis digigit nyamuk, oh iya nyamukkan anggotanya singa. Coba kalian datang kepada singa.

Para hewan datang kepada singa, menyampaikan aspirasi mereka supaya nyamuk berhenti menggigit mereka. Singa menjawab, “Oh tidak bisa, kalau kalian ingin nyamuk berhenti menggigit, Kita adakan lagi pemilihan umum untuk mengganti raja hutan.

Singkat cerita diadakan lagi pemilihan umum dan singa kembali menjadi raja hutan.
Tetapi nyamuk tetap menggigit para hewan. Para hewan kembali datang kepada singa, kamu kan sekarang sudah raja hutan tetapi kenapa nyamuk masih menggigit. Tenang, nyamukkan anggota ku nanti akan aku amankan. Singa pun memanggil nyamuk dan mengatakan supaya berhenti menggigit para hewan. Nyamuk menjawab, “Oh tidak bisa, bukankan kamu sudah berjanji menjamin kehidupan kami dan kami boleh berbuat sesukan hati kami”.

Para hewan kembali datang kepada singa. Bagaimana ini, nyamuk masih menggigit kami. Singa memberikan semprot nyamuk kepada para hewan. Kalau kalian digigit nyamuk gunakan semprot ini.

Nyamuk menjadi gelisah karena adanya semprot nyamuk dan mengadukan hal ini kepada singa. Singa mengatakan, “Slow aja muk, semprotnya itu palsu. Kalau kalian di semprot pura-pura mati aja.

Begitulah indahnya politik, hanya janji manis saja. Janji sana, janji sini tetapi tidak ada yang di tepati.

Allah SWT telah berjanji didalam Al Qur’an :
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, (QS. An-Nur : 55)

Rasulullah SAW berusaha mencibtakan manusia-manusia yang beriman dan beramal dengan sempurna. Para sahabat juga buat usaha mencibtakan manusia yang beriman dan beramal. Makanya muncul pemimpin-pemimpin besar dikalang ummat islam. Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali adalah wujud nyata keberhasilan pemimpin-pemimpin islam.

Kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang iman dan buat usaha atas iman maka Allah SWT akan pilih pemimpin yang beriman.

Kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang suka korupsi dan sogok menyogok maka Allah SWT juga akan lantik pemimpin yang suka korupsi.

Sudah menjadi keharusan, kalau masyarakat di sebuah kampung lebih banyak tukang becak maka otomatis yang menjadi pemimpin dikampung itu juga tukang becak. Kalau masyarakat di sebuah kampung lebih banyak pedagang maka kemungkinan besar yang akan menjadi pemimpin dikampun itu seorang pedagang.

Begitu jugalah halnya dengan masyarakat yang beriman maka otomatis Allah SWT akan lantik pemimpin yang beriman.

Kenapa para pemimpin kita orang yang suka korupsi dan suka menyogok karena masyarakatnya juga demikian. Mulai dari SD kita sudah diajari menyogok. Untuk masuk SD saja harus di sogok. SMP, SMA juga begitu. Untuk jadi PNS harus keluar uang 50 – 100 jt. Untuk masuk sekolah kehakiman 500 jt. Untuk jadi polisi 100 jt.
Setelah menjadi PNS, menjadi hakim, menjadi polisi mereka korupsi “ITU HAL YANG WAJAR”

Untuk menjadi Bupati, kampanye sana dan sini sogok sana sogok sini perlu dana puluhan milyar.
Untuk menjadi Gubernur, kampanye sana dan sini sogok sana sogok sini perlu dana ratusan milyar.
Apalagi untuk menjadi presiden tentu butuh dana yang banyak
APAKAH TIDAK WAJAR MEREKA KORUPSI … ???

Pemimpin itu tergantung masyarakatnya …
Karena Allah SWT telah berjanji didalam Al Qur’an dan Allah SWT tidak akan mungkin ingkar janji.

Untuk mencibtakan pemimpin yang beriman tentulah kita harus mewujudkan masyarakat yang beriman. Bagaimana mewujudkan masyarakat yang beriman … ???
Buat usaha atas iman. Apa itu usaha atas iman … ?

Usaha atas dunia kita sudah tahu, terkadang satu orang ayah harus pergi pagi pulang malam. Tidak hanya itu terkadang pergi keluar kota beberapa hari meninggalkan anak dan istri. Yang lebih dahsyatnya lagi 2, 3 tahun di negeri orang meninggalkan anak dan istri demi usaha dunia.

Untuk mengenal usaha atas iman ini kita juga perlu meluangkan waktu 3 hari meninggalkan segala aktifitas dunia kita termasuk kita tinggalkan sementara anak dan istri ini selama 3 hari untuk buat usaha atas iman.

Usaha atas iman ini sudah ada di seluruh Indonesia bahkan diseluruh dunia tetapi yang mau terlibat dalam usaha atas iman ini masih sedikit.

Kalau semua kita mau terlibat dalam usaha atas iman ini. In Shaa Allah, keadaan di Indonesia akan berubah.

Tahap awal untuk mengenal usaha atas iman kita kita harus meluangkan waktu 3 hari. Untuk belajar usaha atas iman.
MANA JANJI MANISMU

Siapa yang tidak kenal dengan singa si Raja hutan. Yang mengaum saja sudah cukup untuk menggentarkan seluruh hutan. Para binatang sudah mulai bosan dengan kepemimpinan singa yang diktator. Makanya para hewan bermusyawarah untuk mengganti raja hutan. Jalan satu-satunya yaitu mengadakan pemilihan umum.

Singkat cerita diadakanlah pemilihan umum yang akhirnya di menangkan oleh sang musang. Jadi musang sekarang telah menjadi raja hutan. Dibawah kepemimpinan musang hutan pun menjadi tenang dan damai.

Singa tentu tidak berdiam diri melihat keadaan ini. Singa ingin kembali menjadi raja hutan. Jalan satu-satunya buat partai. Hampir semua binatang sudah berpihak kepada musang. Singa berpikir keras siapa yang bisa diajak untuk buat partai.

Nyamuk, walau pun mereka dari kalangan lemah. Nyamuk mempunyai massa yang banyak. Singa memutuskan untuk membuat partai nyamuk. Nyamuk bertanya, “Singa apa yang akan kamu berikan kepada kami kalau engkau menang ?”. Singa menjanjikan bahwa dia akan menjamin kehidupan nyamuk dan mereka boleh melakukan apa pun sesuka hati mereka. Kontrak politik pun telah ditandatangangi.
Singa menyuruh nyamuk untuk menggigit semua binatang yang ada di hutan. Malam itu tidak ada satu hewan pun yang luput dari gigitan nyamuk. Karena serangan nyamuk yang begitu dahsyat, paginya para hewan datang kepada musang si raja hutan. Musang, kami semalam di gigit nyamuk. Apa solusi yang engkau buat kepada kami selaku raja hutan. Musang menjawab “Waduh, semalam saya juga habis digigit nyamuk, oh iya nyamukkan anggotanya singa. Coba kalian datang kepada singa.

Para hewan datang kepada singa, menyampaikan aspirasi mereka supaya nyamuk berhenti menggigit mereka. Singa menjawab, “Oh tidak bisa, kalau kalian ingin nyamuk berhenti menggigit, Kita adakan lagi pemilihan umum untuk mengganti raja hutan.

Singkat cerita diadakan lagi pemilihan umum dan singa kembali menjadi raja hutan.
Tetapi nyamuk tetap menggigit para hewan. Para hewan kembali datang kepada singa, kamu kan sekarang sudah raja hutan tetapi kenapa nyamuk masih menggigit. Tenang, nyamukkan anggota ku nanti akan aku amankan. Singa pun memanggil nyamuk dan mengatakan supaya berhenti menggigit para hewan. Nyamuk menjawab, “Oh tidak bisa, bukankan kamu sudah berjanji menjamin kehidupan kami dan kami boleh berbuat sesukan hati kami”.

Para hewan kembali datang kepada singa. Bagaimana ini, nyamuk masih menggigit kami. Singa memberikan semprot nyamuk kepada para hewan. Kalau kalian digigit nyamuk gunakan semprot ini.

Nyamuk menjadi gelisah karena adanya semprot nyamuk dan mengadukan hal ini kepada singa. Singa mengatakan, “Slow aja muk, semprotnya itu palsu. Kalau kalian di semprot pura-pura mati aja.

Begitulah indahnya politik, hanya janji manis saja. Janji sana, janji sini tetapi tidak ada yang di tepati.

Allah SWT telah berjanji didalam Al Qur’an :
Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, (QS. An-Nur : 55)

Rasulullah SAW berusaha mencibtakan manusia-manusia yang beriman dan beramal dengan sempurna. Para sahabat juga buat usaha mencibtakan manusia yang beriman dan beramal. Makanya muncul pemimpin-pemimpin besar dikalang ummat islam. Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali adalah wujud nyata keberhasilan pemimpin-pemimpin islam.

Kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang iman dan buat usaha atas iman maka Allah SWT akan pilih pemimpin yang beriman.

Kalau masyarakatnya adalah orang-orang yang suka korupsi dan sogok menyogok maka Allah SWT juga akan lantik pemimpin yang suka korupsi.

Sudah menjadi keharusan, kalau masyarakat di sebuah kampung lebih banyak tukang becak maka otomatis yang menjadi pemimpin dikampung itu juga tukang becak. Kalau masyarakat di sebuah kampung lebih banyak pedagang maka kemungkinan besar yang akan menjadi pemimpin dikampun itu seorang pedagang.

Begitu jugalah halnya dengan masyarakat yang beriman maka otomatis Allah SWT akan lantik pemimpin yang beriman.

Kenapa para pemimpin kita orang yang suka korupsi dan suka menyogok karena masyarakatnya juga demikian. Mulai dari SD kita sudah diajari menyogok. Untuk masuk SD saja harus di sogok. SMP, SMA juga begitu. Untuk jadi PNS harus keluar uang 50 – 100 jt. Untuk masuk sekolah kehakiman 500 jt. Untuk jadi polisi 100 jt.
Setelah menjadi PNS, menjadi hakim, menjadi polisi mereka korupsi “ITU HAL YANG WAJAR”

Untuk menjadi Bupati, kampanye sana dan sini sogok sana sogok sini perlu dana puluhan milyar.
Untuk menjadi Gubernur, kampanye sana dan sini sogok sana sogok sini perlu dana ratusan milyar.
Apalagi untuk menjadi presiden tentu butuh dana yang banyak
APAKAH TIDAK WAJAR MEREKA KORUPSI … ???

Pemimpin itu tergantung masyarakatnya …
Karena Allah SWT telah berjanji didalam Al Qur’an dan Allah SWT tidak akan mungkin ingkar janji.

Untuk mencibtakan pemimpin yang beriman tentulah kita harus mewujudkan masyarakat yang beriman. Bagaimana mewujudkan masyarakat yang beriman … ???
Buat usaha atas iman. Apa itu usaha atas iman … ?

Usaha atas dunia kita sudah tahu, terkadang satu orang ayah harus pergi pagi pulang malam. Tidak hanya itu terkadang pergi keluar kota beberapa hari meninggalkan anak dan istri. Yang lebih dahsyatnya lagi 2, 3 tahun di negeri orang meninggalkan anak dan istri demi usaha dunia.

Untuk mengenal usaha atas iman ini kita juga perlu meluangkan waktu 3 hari meninggalkan segala aktifitas dunia kita termasuk kita tinggalkan sementara anak dan istri ini selama 3 hari untuk buat usaha atas iman.

Usaha atas iman ini sudah ada di seluruh Indonesia bahkan diseluruh dunia tetapi yang mau terlibat dalam usaha atas iman ini masih sedikit.

Kalau semua kita mau terlibat dalam usaha atas iman ini. In Shaa Allah, keadaan di Indonesia akan berubah.

Tahap awal untuk mengenal usaha atas iman kita kita harus meluangkan waktu 3 hari. Untuk belajar usaha atas iman.

Maulana Palanpuri rah.a pada Ijitima’ Tonggi 1984

Satu rombongan Misionaris Kristen telah datang kepada Maulana Umar Palanpuri rah.a dan mengatakan : Kami sudah menghabiskan jutaan ribu Dollar setiap tahunnya supaya manusia mau masuk ke agama Kristen. Terkadang dia masuk kristen dapat uang kemudian lari. Masuk gereja beberapa kali dikasih uang kemudian lari. Sudah banyak uang yang kami habiskan setiap tahunnya untuk kegiatan misionaris tetapi banyak diantara mereka yang lari setelah mendapatkan uang dan entah kemana.

Tetapi kegiatan yang kalian buat ini tidak memberikan uang malah uangnya yang dia punya dikorbankan untuk agama. Banyak orang-orang miskin mengorbankan uangnya dan meninggalkan keluarganya. Semakin hari semakin banyak yang ikut dalam jamaah ini.

Sebenarnya apa rahasia besar dibalik semua itu. Tolong kamu ceritakan kepada kami. Para misionaris itu bertanya kepada Maulana Umar dengan serius.

Maulana umar Palanpuri rah.a katakan agama kalian itu seperti orang mati sedangkan agama kami seperti orang hidup berjalan kemana-mana. Kalian, kalau tidak ada suntikan dana tidak bisa berjalan. Tetapi kami mengorbankan uang karena agama itu hidup dalam hati kami.

Disampaikan oleh Maulana Palanpuri rah.a pada Ijitima’ Tonggi 1984

Rabu, 13 November 2013

RENUNGAN

Setelah khatam beberapa kali kitab hayatussahabah 3 jilid tebal itu, ana punya kesimpulan :
"Sejak zaman Rasulullah, sahabat, tabi'in sampai para waliyulloh setelahnya, jama'ah2 yg dikirim itu memang belum tentu semuanya ahli fiqih (alim ulama), tapi yg PASTI mereka ahli di bidangnya masing2..
Ada yg ahli tausiyah/ilmu, ada yg ahli lobby/kususi, ada yg ahli negosiasi, ada yg ahli dzikir, ada yg hebat dalam mengorbankan harta dan diri, bahkan ada yg luar biasa dalam berkhidmad(melayani) dll...
Semua berdakwah dibawah pimpinan yg paling alim dalam ilmu syari'at / fiqih..
Dan siapa saja yg ada dalam jama'ah yg dikirim itu semuanya berhak mendapat sebutan DA'IE.....!
Kalau jama'ah yg beraneka ragam itu tetapi bertujuan sama yaitu "LI ILLAH KALIMATILAH" tidak berhak disebut da'I atau mereka dilarang berdakwah, maka yg berpendapat demikian tidak meyakini bahwa ADZAN itu adalah dakwah yg paling sempurna..!
Mengapa..?
Karena Adzan yg disepakati semua umat sebagai dakwah paling sempurna dan hukumnya FARDHU KIFAYAH itu saja SAH dilakukan oleh anak kecil yg belum faham artinya (selama yg diucapkannya benar)..? Apalagi dakwah ISLAH DIRI kita yg hukumnya FARDHU 'AIN..???
Kalau khuruj fiasabilillah HAJI itu "panggilan" maka khuruj dakwah ini "pilihan"..
Bukan kita yg mau seperti ini, tapi ALLOH yg mau...!

Tetap semangat..!
Sebarkan dakwah - petik hidayah..!
LAILLAHAILALLAH MUHAMMADARRASULULLAH..!

Rabu, 30 Oktober 2013

Karkun Jamaah Tabligh Bentuk Jamaah Gerak 4 Bulan SUNAN CALIFORNIA

Karkun Jamaah Tabligh Bentuk Jamaah Gerak 4 Bulan
SUNAN CALIFORNIA

Para Wali akhir zaman masih terus bergerak diam-diam dan sama sekali tak diekspos oleh media. Mereka bergerak dari pintu ke pintu, dari desa ke desa, dari pulau ke pulau dan dari benua ke benua. Mereka yang bagaikan 'fursan fin Nahar wa ruhban fil Layl', sibuk merayu manusia untuk kembali kepada Allah dan sibuk merayu Allah agar memberi Hidayah kepada manusia. Mereka tidak terkesan dengan perubahan issue. Mereka fokus, istikhlash pada satu titik perjuangan: mengajak manusia kepada Allah, dan mengajak manusia untuk berdakwah sesuai manhaj Nabi.

Pokok agama adalah iman. Dan inilah akar masalah. Munculnya berbagai kebaikan berpangkal dari bagusnya iman, dan sebaliknya munculnya berbagai kemaksiatan juga berawal dari buruknya iman. Maka dakwah iman adalah dakwah akar. Sehingga dengan terus-menerus meningkatkan mujahadah dalam menjalankan dakwah, hidayah akan bercucuran laksana hujan sehingga pada gilirannya semakin banyak elemen ummat ini yang sadar, dan bertaubat, karena mendapat hidayahNya.

Kemudian Pokok kedua adalah cinta akhirat. Bila dakwah iman akan menumbuhkan iman yang kuat, amal yang bagus, sifat yang unggul sehingga ahwal yang penuh barokah akan dimunculkanNya; maka cinta akhirat ini akan menghilangkan kelemahan (al-wahn) dalam hati ummat ini.

Sehingga dengan izin Allah, muncullah generasi unggul yang mirip dengan generasi awal yang telah dibina oleh Rasulullah Shallallahu 'alayhi wa sallam. Dan pada saat itulah ummat ini memenuhi syarat untuk mendapatkan ishlah (perbaikan) sesuai perkataan Imam Malik rahimhullah:

لا يَصْلُحُ آخِرُ هَذِهِ اْلأمَّةِ إِلا بِمَا صَلُحَ بِهِ أَوَّلُهَا

”Tidaklah baik umat akhir ini melainkan dengan apa yang telah menjadi baik pada awal umat ini”. (Muwattho')

Sungguh, yang tampil dipermukaan sama sekali tidak mewakili movement Para Wali Akhir Zaman ini. Mereka, yang mungkin memiliki derajat ahbab, quthb, awtad ataupun ghouts. Tetapi dalam konteks kekinian, kita sebut saja mereka: Sunan California.

Siapakah mereka? Mungkin saja mereka adalah teman makan satu nampan dengan anda, atau ahli khidmat tak kenal lelah yang selalu tunjuk jari bila diminta kesediaan. Atau orang yang sangat gigih usuli walaupun 25 kali sehari tetapi tetap dengan ikram dan hikmah dalam ucapan dan perbuatan. Atau orang yang gemuruh dadanya dengan tangisan dalam doa tatkala teman-temannya tengah lena dengan dengkur tidur di malam hari.

Yang jelas mereka ada.

Jumat, 11 Oktober 2013

DAHSYATNYA KEBERKAHAN MENDOAKAN ORANG LAIN

SubhaanAllaah....

DAHSYATNYA KEBERKAHAN MENDOAKAN ORANG LAIN

- Mendoakan orang lain memang merupakan kebajikan yang utama. Bahkan dalam Islam, mendoakan orang lain ternyata merupakan salah satu rahasia mustajabnya sebuah doa, sebagaimana sabda Nabi Salallahu ‘alaihi wasallam:

“Empat doa yang tidak akan ditolak, yaitu: doa orang yang haji hingga kembali; doa orang yang berperang (berjihad) hingga berhenti; doa orang yang sakit hingga sembuh; dan doa seseorang terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya. Dan doa yang paling cepat diterima di antara doa-doa tersebut adalah doa seseorang terhadap saudaranya tanpa sepengetahuannya.” (HR. Ad-Dailami).

Hadith itu diperkuat dengan hadith lainnya,

“Apabila seorang muslim mendoakan kepada saudaranya tanpa sepengetahuannya, maka malaikat akan mengatakan, ‘Semoga Allah mengabulkan permohonan itu. Dan engkau pun akan mendapatkannya’.” (HR. Muslim).

Itulah di antara indahnya Islam. Islam menghancurkan sendi-sendi egoisme dan mengajarkan kebersamaan, termasuk dalam doa dan ibadah. Dengan demikian, ibarat pepatah “sekali mendayung dua atau tiga pulau terlampaui”, dengan senantiasa memanjatkan doa untuk saudara-saudara kita, berarti kita sekaligus telah mendoakan untuk diri kita sendiri, sekaligus juga telah menempuh cara agar doa itu makbul atau diijabahi oleh Allah سبحانه وتعالى.

Rabu, 09 Oktober 2013

KENAPA WAKTU SOLAT ADA 2 RAKAAT,3 RAKAAT DAN 4 RAKAAT



KENAPA WAKTU SOLAT ADA 2 RAKAAT,3 RAKAAT DAN 4 RAKAAT,

Seorang profesor fizik di Amerika Syarikat telah membuat satu kajian tentang solat berjemaah yang disyariatkan dalam Islam.Katanya tubuh badan manusia mengandungi dua sel elektrik iaitu sel positif dan sel negatif.

Hasil kajian profesor tersebut mendapati bilangan rakaat yang berbeza dalam solat kita bertindak menyeimbangkan cas-cas dalam badan kita. Semasa kita solat berjemaah, kita diarah meluruskan saf, bahu bertemu bahu dan bersentuhan tapak kaki.Tindakan-tindakan yang dianjurkan itu mempunyai pelbagai kelebihan.

Kajian sains mendapati melalui sentuhan badan kita dengan tubuh badan ahli jemaah lain yang berada di kiri kanan kita akan menstabilkan cas-cas yang diperlukan oleh tubuh.Ia berlaku apabila cas berlebihan , sama ada negatif atau positif akan dikeluarkan.Manakala yang berkurangan akan di tarik ke dalam kita.

Setiap kali kita bangun dari tidur, badan kita akan merasa segar setelah badan kita berehat beberapa jam.Ketika ini tubuh kita mengandungi cas-cas negatif dan positif yang hampir seimbang.Oleh itu kita hanya memerlukan sedikit lagi proses pertukaran cas agar keseimbangan penuh dapat dicapai. Justeru solat Subuh didirikan hanya 2 rakaat.

Seterusnya apabila sampai waktu tengahari kita bekerja kuat dan memerah otak, semua casa ini kembali tidak stabil akibat kehilangan cas lebih banyak daripada tubuh. Oleh itu, kita memerlukan lebih banyak pertukaran cas. Sebab itu, solat Zohor didirikan 4 rakaat untuk memberi ruang yang lebih kepada proses pertukaran cas dalam tubuh.

Situasi yang sama turut berlaku di sebelah petang.Kebiasaannya, selepas waktu Asar kita tidak lagi melakukan aktiviti-aktiviti yang banyak menggunakan tenaga. Masa yang diperuntukan pula tidak bergitu lama.Maka, solat Maghrib hanya dikerjakan sebanyak 3 rakaat adalah lebih sesuai dengan penggunaan tenaga yang kurang berbanding 2 waktu sebelumnya.

Seterusnya adalah solat Isyak. Setelah kajian lanjut, didapati terdapat keistimewaan mengapa mensyariatkan 4 rakaat dalam solat Isyak. Kita sedia maklum, umat Islam amat digalakkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam. Ringkasnya, solat Isyak sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan serta memberikan tenaga untuk kita bangun malam(qiamullail)

Dalam kajiannya, professor ini mendapati bahawa Islam adalah satu agama yang lengkap dan istimewa.Segala amalan dan suruhan Allah itu mempunyai hikmah yang tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri.Beliau merasakan betapa kerdilnya diri dan bertapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya dengan hidayah Allah SWT beliau telah memeluk Agama Islam.